RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelaksanaan kampanye Pilkada 2020 akan berlangsung tiga hari lagi, tepatnya 26 September 2020. Dengan kondisi kasus baru Covid-19 yang masih terus menanjak, Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta semua pihak untuk benar-benar komitmen menjalankan protokol kesehatan dalam masa kampanye itu.

“Para calon kepala daerah (Cakada), penyelenggara Pilkada, partai, dan masyarakat pendukung agar benar-benar berkomitmen mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Khususnya Cakada, harus menjadi contoh atau panutan yang baik bagi masyarakat, mengingat keselamatan dan kondisi kesehatan seluruh pihak terkait Pilkada 2020 menjadi prioritas, agar tidak muncul klaster baru covid-19 dalam Pilkada,” ucap politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, Rabu (23/9).

Berita Terkait : Gelar Rapat Gabungan, MPR Matangkan Pembentukan Mahkamah Kehormatan Majelis

Untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bamsoet meminta segera mengambil sikap dengan merumuskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) agar penyelenggaraan pilkada dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19. Perppu ini akan menjadi landasan bagi aparat penyelenggara untuk mengambil tindakan bagi Cakada dan pendukungnya jika melanggar ketentuan yang ditetapkan. 

“Khususnya pelanggaran terhadap protokol kesehatan dan kampanye yang menimbulkan kerumunan orang atau massa. Saya berharap, aparat tidak segan memberikan sanksi diskualifikasi apabila pelanggaran protokol kesehatan kembali terulang,” ucapnya.

Berita Terkait : Sembuh dari Covid, Pengusaha Muda ini Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Untuk masyarakat pendukung Cakada, Bamsoet berpesan agar tidak berkumpul atau berkerumun ketika melakukan tahapan kampanye. Di saat yang sama, Cakada harus berinovasi melakukan tahapan kampanye yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi dan media sosial ataupun cara lainnya.

“Untuk penyelenggara Pilkada, dalam hal ini KPU, segera menginformasikan teknis kampanye kepada Cakada. Sehingga Cakada dapat mempersiapkan kampanyenya secara matang tanpa perlu menimbulkan kerumunan massa,” tutupnya. [USU]