RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto kembali mengingatkan di masa pandemi ini, lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang paling rentan berisiko terpapar Covid-19 dan terjadi kematian.

Untuk itu, Terawan berharap agar kelompok lansia selalu mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan hidup sehat.

Menurunya, keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat juga hendaknya senantiasa mengingatkan dan mendukung lansia untuk berperilaku hidup sehat, memberikan kasih sayang, mendampingi memiliki jaminan kesehatan, mandiri, aktif, produktif serta senantiasa bahagia.

Dia mengatakan, saat ini jumlah lansia di Indonesia sekitar 27,1 juta orang atau sekira 10 persen dari total penduduk. Pada tahun 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 33,7 juta atau 11,8 persen dari total penduduk.

Berita Terkait : Kebebasan Berpendapat Nggak Boleh Dibungkam

Peningkatan jumlah lansia dengan berbagai masalah kesehatannya, kata Terawan, menjadi tantangan untuk meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara.

Karena itu, kesehatan lansia ini sudah masuk ke dalam indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan rencana strategis (Renstra) Kemenkes 2020-2024.

“Mari berikan dukungan dan kesempatan kepada para senior kita untuk tetap berkarya dan mendarmabaktikan potensinya bagi diri, keluarga dan masyarakat,” jelas Terawan.

Sementara, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, mengabaikan penggunaan masker memicu terjadinya peningkatan kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

Berita Terkait : Protokol Kesehatan Kunci Sukses Pilkada 2020

“Ada empat tingkatan risiko penularan. Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan (di antaranya lansia) maka kemungkinan penularan mencapai 100 persen,” kata Yuri di Jakarta.

Kedua, jika ada orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker, maka potensi penularan mencapai 70 persen.

Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker, maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen. Lebih lanjut, Yuri mengingatkan, Covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk.

Berita Terkait : Langgar Protokol Kesehatan, Satu Perusahaan di Kebon Jeruk Ditutup Sementara

“Memakai masker merupakan salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar,” ujarnya. Yuri juga mengimbau masyarakat memakai masker yang baik dan bahan yang benar.

Ia menjelaskan, ada tiga jenis masker yang direkomendasikan Kemenkes, yakni masker N95, masker bedah dan masker kain.

Yuri mengingatkan, masker kain tidak boleh berbahan sembarangan, misalnya kain tipis. Masker kain setidaknya harus memiliki dua lapis kain.

“Penggunaan masker kain maksimal selama tiga jam. Setelah itu, ganti dengan masker yang bersih,” kata Yuri. [DIR]