RMco.id  Rakyat Merdeka - KPU Kota Depok telah melakukan pengundian nomor urut Paslon Pilkada Kota Depok, Kamis (24/9). Di tahap ini, paslon M Idirs-Imam Budi Hartono mendapatkan nomor urut 2 dan paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia mendapat nomor urut 1.

Di acara pengundian nomor urut, KPU Kota Depok lebih dulu mempersilakan dua Calon Wakil Wali Kota Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) dan Afifah Alia, mengambil nomor untuk menentukan siapa yang mendapat giliran pertama mengambil nomor urut utama. Di prosesi tersbeut IBH mendapatkan nomor 30, ementara Afifah mendapatkan nomor 50.

Berita Terkait : 5 Ormas Dukung Pasangan Pradi-Afifah Di Pilkada Depok

Karena IBH mendapatkan nomor kecil, maka Calon Wali Kota Kota Depok pasangannya, M Idris berhak mengambil nomor urut utama terlebih dahulu. Setelah itu, baru pasangan Afifah Alia, Pradi Supriatna. "Karena tadi Pak Imam 30 dan Bu Afifah 50, Maka Pak Idris dipersilakan mendapat giliran pertama pengambilan nomor urut utama," ujar ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna.

Dalam prosesi ini, petahana M Idris mendapatkan nomor urut 2. Sementara, Pradi mendapatkan nomor urut 1. Mengetahui mendapat nomor genap, Idirs langsung memberi salam 'pistol' dengan mengacungkan jari jempol, telunjuk, dan jari tengahnya sebagai bahasa simbol nomor urutnya di Pilkada Kota Depok. Sementara, Pradi tidak memberikan bahasa simbol apa pun.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Pasca pengambilan nomor urut, Nana membacakan keputusan KPU tentang peneatan nomor urut dan daftar pasangan calon Pilkada Kota Depok. "Nomor urut dan daftar pasangan calon Pilkada Kota Depok sudah ditetapkan. Digunakan utnuk mencetak surat suara, keperluan kampanye dan dipasang di setiap TPS di hari pemungutan suara," terangnya.

Nana juga menjelaskan bahwa kedua paslon sudah menandatangani pakta integritas penerapan protokol kesehatan, pecegahan dan pengendalian Covid-19 serta deklarasi kampanye damai dan berintegritas. [SSL]