Sebelumnya 
Disampaikan Melki, sampai saat ini, belum ada satu ahli atau epidemiolog dalam dan luar negeri, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan yang bisa memastikan, kapan pandemi Covid-19 berakhir.

Semua aktivitas keseharian dan agenda kebangsaan tentunya harus tetap berjalan, dengan mengacu pada protokol kesehatan.

Berita Terkait : Menkes BGS: Industri Perlu Protokol Kesehatan Baru

“Pasar, mal, rumah makan, kantor, rumah ibadah, transportasi umum darat, laut dan udara, rumah sakit, puskesmas dan tempat lainnya dibuka, dengan pembatasan dan aturan ketat protokol kesehatan. Demi memastikan semua bisa berinteraksi secara aman,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, sekaligus anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, jumlah penambahan kasus pasien Covid-19 yang banyak, tidak berhubungan langsung dengan pilkada.

Berita Terkait : Jokowi Minta Gubernur Kerja Keras Kencengin Protokol Kesehatan 3T-3M

Buktinya, di daerah yang tidak menggelar pilkada, kasus penambahan tetap terjadi.

“Naik atau tidaknya kasus positif Covid-19, itu karena kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. DKI saja, tidak ada pilkada, tapi ada kenaikan pasien. Jadi sekali lagi, kuncinya protokol kesehatan,” ujarnya. [SSL]