RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta Presiden Jokowi segera menetapkan satu dari tiga nama yang diusulkan Panitia Seleksi (Pansel) Sekjen KPU. Penetapan Sekjen KPU perlu segera dilakukan karena perhelatan Pilkada akan digelar Desember 2020. 

“Momentum Pilkada Serentak 2020 merupakan waktu yang tepat untuk mengisi kembali posisi Sekjen KPU. Pansel Sekjen KPU sudah menyerahkan tiga nama calon tanggal 24 Juli 2020 lalu. Sekarang, waktunya Presiden menetapkan Sekjen KPU definitif,” ujar Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, kemarin. 

Berita Terkait : KPU: 486 Bakal Pasangan Calon Sudah Penuhi Syarat

Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu ini khawatir, jika kekosongan posisi Sekjen KPU terus mengalami penundaan, akan berdampak buruk pada Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020. Terlebih, perhelatan pesta demokrasi daerah pada tahun ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19. 

Menurutnya, masa pilkada di tengah pandemi, kinerja jajaran KPU dari pusat sampai kabupaten/kota tak boleh terhambat. “Ini bukan situasi normal. Presiden seharusnya bisa bertindak cepat, atau jangan-jangan usulan nama-namanya belum sampai di meja kerjanya atau tidak ada sense of crisis aparat di bawahnya,” katanya. 

Berita Terkait : Sukeskan Pilkada 2020, Camat di Perbatasan Siap Dukung Masyarakat Aman Covid-19

Senada, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (KPI) Jerry Sumampow menyesalkan lambannya keputusan Presiden Jokowi dalam mengambil satu dari tiga nama yang telah ditetapkan. Tidak ada alasan bagi Presiden membuat kekosongan kursi Sekjen KPU semakin lama. 

“Sebetulnya kami agak bingung, kenapa Presiden lama-lama? Sudah dua bulan lalu tiga nama itu masuk, tinggal ditentukan saja. Presiden perlu segera menetapkan karena perannya saat ini sangat penting,” ujar Jerry. 

Berita Terkait : Jokowi Cuekin JK, NU Dan Muhammadiyah

Sebelumnya, Ketua Pansel Sekjen KPU Hamdi Muluk mengumumkan terbuka nama-nama hasil seleksi akhir calon Sekjen KPU melalui Keputusan Nomor: 20/Pansel.JPT.Sekjen KPU/VII/2020. Mereka adalah Bernad Dermawan Sutrisno (Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu/ DKPP), Budi Achmad Djohari (Kepala Pusat Teknologi dan Informasi Mahkamah Konstitusi) dan Edy Mulya (Direktur Pengawasan Akuntabilitas Keuangan Daerah pada BPKP). [ONI]