RMco.id  Rakyat Merdeka - Hingga hari ini, sudah ada empat Calon Kepala Daerah (Cakada) yang meninggal dunia, sebelum gelaran Pilkada Serentak dimulai pada Desember mendatang. Tiga di antaranya, tutup usia karena Covid-19. Satu orang lagi, meninggal mendadak saat orasi.

Info ini disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, Senin (5/10).

Tiga kandidat yang tutup usia karena Covid adalah Calon Wali Kota Bontang Adi Darma, Calon Bupati Bangka Tengah Ibnu Soleh, dan Bakal Calon Bupati Berau Muharram. 

Berita Terkait : Tidak Memenuhi Syarat, 7 Cakada Gagal Manggung

Sementara Calon Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma'bud, meninggal dunia saat orasi Pilkada.  

"Bakal Calon Bupati Berau Muharram meninggal dunia sebelum penetapan calon," ujar Evi.

Hingga 4 Oktober, KPU mencatat Bakal Calon Bupati Berau Muharram digantikan oleh Sri Juniarsih. Sedangkan Calon Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma'bud, diganti Ubaid Yakub.

Berita Terkait : Innalillahi, Dirjen KKP Tutup Usia Karena Covid

Sementara Calon Wali Kota Bontang Adi Darma dan Calon Bupati Bangka Tengah Ibnu Soleh, belum tercatat nama penggantinya.

 "Penggantian calon dilakukan terhadap kondisi TMS rikes (tidak memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan)," kata Evi.

Pergantian calon juga dilakukan karena berhalangan tetap, seperti meninggal atau sakit tidak mampu melaksanakan tugas secara permanen, atau pidana putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Berita Terkait : Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19 Ada 13 Orang

"Mekanismenya dilakukan dengan parpol atau gabungan parpol, yang mengusulkan penggantian calon paling lama 7 hari. Dalam penggantian ini, parpol tidak dapat mengalihkan dukungan kepada paslon lain, dan dilarang menarik dukungannya kepada calon atau paslon pengganti," pungkas Evi. [OKT]