RMco.id  Rakyat Merdeka - Dukungan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran-Edy Pratowo terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Relawan Sedulur Berkah (RSB), salah satu paguyuban Jawa di Kalteng.

Cawagub Edy Pratowo menyambut baik dukungan itu. Dia memastikan, mengakomodir semua kepentingan demi memajukan Kalteng. Edy menjelaskan, dukungan yang diberikan RSB sebagai bentuk kiprah paguyuban Jawa agar ikut berperan dalam pembangunan Kalteng. 

Baca Juga : Ikhlaskan, Insya Allah Syahid

“Ini murni aspirasi masyarakat, terutama masyarakat Jawa yang ada di Kalteng untuk menyatukan pandangan dan pilihan kepada satu pasangan calon yang telah dipilih dan disepakati," ujar Edy, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (5/10).

Cawagub nomor dua itu menyatakan, beragam dukungan yang datang menjadi suplemen untuk terus berjuang memajukan Kalteng. “Jika kami diamanahkan memimpin Kalteng, kami akan membalasnya dengan mengimplementasikan semua visi misi kami," katanya.

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Edy yakin, dukungan RSB bukan tanpa alasan. Melainkan, dia bersama Sugianto merupakan representasi penduduk asli maupun keluarga Jawa yang ada di Kalteng. Mengingat Sugianto Sabran berasal dari suku Dayak, sementara dirinya dari suku Jawa. 

"Kami cerminan dari Bhinneka Tunggal Ika, pasangan yang mengharapkan adanya kebersamaan. Sebagaimana yang tertuang di dalam falsafah Huma Betang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," imbuh pria kelahiran Palangkaraya, 59 tahun silam itu. 

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Selain itu, Edy menyebut dukungan RSB karena mereka melihat kinerja baik dari Sugianto Sabran saat menjabat sebagai Gubernur Kalteng. “Dalam arti program yang beliau lakukan sekarang sudah memenuhi keinginan masyarakat Kalteng meskipun ada beberapa sisi lagi yang perlu dilanjutkan," cetusnya.

Selain dihadiri Edy, deklarasi dukungan RSB juga dihadiri Sugianto Sabran. Keduanya didampingi para pendiri dan pembina RSB. Proses deklarasi berlangsung dengan penuh kehangatan, namun tetap mengikuti protokol kesehatan. [BSH]