RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Pengawas Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menerangan, sudah mulai ada perbaikan perilaku pasangan calon (paslon) dalam menjalankan tahapan Pilkada 2020 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia melihat, kritis publik dan pengawasan yang intensif terhadap kepatuhan pasangan calon atas penerapan prokes menekan pelanggaran. 

Dengan kritikan itu, para pelanggar secara otomatis berbenah diri. "Makanya, mulai ada perbaikan perilaku calon terkait disiplin pada protokol kesehatan," kata Titi, Rabu (28/10).

Berita Terkait : Ketua KPU Sebut Tak Ada Tekanan Saat Pilkada 2020

Meski begitu, Titi meminta pengawas dan penegak hukum tidak lengah. Sebab, biasanya semakin mendekati masa tenang dan hari pemungutan suara, kompetisi akan semakin sengit dan cenderung panas. Biasanya potensi pelanggaran akan meningkat. 

"Oleh karena itu, strategi pengawasan harus diefektifkan dan mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam melakukan pengawas terhadap calon dan timnya untuk patuh pada aturan main dan prokes yang ada," tutupnya.

Berita Terkait : Partisipasi Capai 76 Persen, DPR Sebut Pelaksanaan Pilkada Berhasil

Sejumlah paslon yang patuh menerapkan protokol kesehatan pada setiap kampanye di antaranya terjadi di Kabupaten Yalimo, Papua. KPU Kabupaten Yalimo mengatakan, dua kandidat kepala daerah di sana melaksanakan tahapan pemilihan sesuai prokes.

Begitu juga yang terjadi di Pilkada Kota Mataram. Kapolresta Mataram, Kombes Guntur Herditrianto menilai, empat paslon di Pilkada Kota Mataram mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Berita Terkait : Sambut 2021, Pemda Jangan Lengah Protokol Kesehatan

Selain patuh terhadap protokol kesehatan, sejumlah paslon juga telah memanfaatkan kampanye sebagai momentum melawan Covid-19. Seperti yang dilakukan tim paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). Appi-Rahman telah melakukan tes swab gratis terhadap 1.000 orang lebih, membagikan setengah juta masker dan hand sanitizer, melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan fogging pemukiman di 153 kelurahan yang ada di Makassar. [USU]