Hengkang Dari China

Perusahaan Perakit iPhone Mau Bangun Pabrik Di Batam

Klik untuk perbesar
Pabrik Pegatron & Unihan in Pudong, Shanghai, China. (Foto: money.cnn.com)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan perakit iPhone, Pegatron Corporation, segera membangun pabrik di Indonesia. Untuk tahap pertama, perusahaan manufaktur elektronik asal Taiwan itu, bakal menanam investasi 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih menunggu dokumen investasi dari Pegatron. “Tahap pertama investasi sekitar 1 miliar dolar AS. Kita tunggu saja sampai mereka memasukkan dokumen investasi ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/12). Dalam menanam investasinya di Indonesia, Pegatron akan melakukan kerja sama dengan PT Sat Nusapersada (PTSN). Pegatron berencana membangun pabriknya di Batam.

Airlangga mengatakan, masuknya Pegatron ke Indonesia sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. “Tentu mereka melihat kesempatan menggeser dari China ke Indonesia,” bebernya. Ia mengungkapkan, sejumlah perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) yang bergerak di industri garmen, tekstil, hingga sepatu dikabarkan siap masuk dan meningkatkan kapasitasnya di Indonesia. “Konglomerasi asal Korea Selatan, yakni Lotte siap menambah investasinya di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, ada pula perusahaan-perusahaan asing yang bergerak di sektor industri baja, otomotif, hingga makanan dan minuman yang berniat memindahkan pabriknya ke Indonesia. “Tadi disampaikan (industri baja) di Morowali sedang dibangun,” bebernya.

Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menjanjikan kemudahan perizinan bagi Pegatron, yang tertarik membangun pabrik di Batam. Kemudahan perizinan diberikan asalkan Pegatron berinvestasi di Indonesia dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Dia mau investasi tapi ragu-ragu karena takut sulit masalah perizinan. Terus saya jawab ‘semua izin kita urusin, pokoknya kamu investasi di sini’,” katanya. Sat Nusapersada sudah menginformasikan kerja sama dengan Pegatron ke BEI. Dalam keterbukaan informasi, Sat Nusapersada menyampaikan bahwa perang dagang China-AS membuat produk yang dibuat di China dikenakan tarif tambahan jika dijual di AS.

“Ini membuat perusahaan Pegatron hengkang dari China dan masuk ke Indonesia,” kata Direktur Utama Sat Nusapersada Abidin Fan. Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (Aipti) Ali Soebroto menegaskan, pemindahan ini tak lepas dari situasi perang dagang antara AS-China yang meningkatkan bea masuk produk dari China ke Negeri Paman Sam. “Mau tak mau mereka harus cari tempat lain agar cost-nya bisa turun,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Ali, Indonesia bukan pilihan utama bagi industri perakitan elektronik dunia, karena masih kalah kompetitif dibandingkan negara tetangga. Salah satunya, Vietnam. “Namun perakit iPhone yang lain, misalnya Foxconn sudah pilih Vietnam. Maka Pegatron harus cari tempat yang lain,” terangnya. Ali berharap, rencana investasi ini dapat terealisasi dengan baik dan mampu mendorong investasi lainnya untuk masuk ke Indonesia. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus dibenahi khususnya terkait paket kebijakan ekonomi. “Soal izin dan administrasi itu gampang. Yang kurang dicermati soal kebijakan ekonomi, apakah nanti kalau produksi di Indonesia biayanya benar-benar murah?” sebut Ali. [ASI]

RM Video