Ekspor Pulp Dan Paper Ditarget Tembus Rp 129 Triliun

Pabrik kertas. (Foto: Beritasatu)
Klik untuk perbesar
Pabrik kertas. (Foto: Beritasatu)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (Apki) menargetkan ekspor pulp dan paper tahun ini mencapai 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 129 triliun. Jumlah tersebut naik 1 miliar dolar AS dibandingkan capaian tahun lalu.

Ketua Umum Apki Aryan Warga Dalam mengatakan, penopangnya adalah mulai beroperasinya beberapa pabrik kertas. Salah satu pabrik pulp di Sumatera Selatan yang dulunya hanya mengoperasikan 1 line, kini menjadi 2 line. Kapasitasnya mencapai 2,8 juta ton per tahun.  

Berita Terkait : Apindo: Jasa Titip Bikin Pengusaha Tekor Rp 51 Triliun

Menurut dia, pabrikan kertas juga berusaha menjaga pasar yang selama ini telah ada dan juga senantiasa mencari pasar-pasar baru. "Walaupun juga akhir-akhir ini ada masalah di bahan baku," ujarnya di Jakarta, Senin (17/6).

Saat ini, kata Aryan, tingkat utilisasi pabrik kertas dalam negeri berada pada kisaran 75 persen-85 persen. Sedangkan pabrik pulp mencapai 95 persen. 

Baca Juga : Jokowi Berharap Pilkada Serentak Berjalan Damai dan Demokratis

Aryan mengatakan, tantangan industri pulp dan kertas adalah tuduhan dumping dari negara-negara tujuan ekspor. Tudingan itu disebabkan harga pulp dan kertas asal Indonesia berdaya saing tinggi serta memiliki bahan baku yang memadai dan unggul.

"Kuartal I ekspor naik 0,92 persen. Kalau lihat keadaan ya, mungkin kuartal II tidak banyak berubah," katanya.

Baca Juga : Virus Korona Goyang Wall Street

Aryan menambahkan, kapasitas produksi kertas tercatat Indonesia sebesar 16 juta ton per tahun dan pulp sebesar 11 juta ton per tahun. Pasar utama ekspor pulp dan kertas Indonesia adalah kawasan Asia, seperti China, Korea Selatan, India, Arab Saudi, dan Jepang.

Industri pulp Indonesia merupakan produsen terbesar kesepuluh. Sedangkan industri kertas menempati peringkat keenam. Di wilayah Asia, Indonesia merupakan produsen peringkat ketiga untuk industri pulp dan dan keempat untuk industri kertas. [MEN]