Princeton Akuisisi 70 persen Bisnis Data Center XL

Klik untuk perbesar
( ki-ka ) Direktur Finance XL Axiata Mohamed Adlan Bin Ahmad Tajudin, Direktur Corp Strategy & Bussiness Development XL Axiata Abhijit Navalekar, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, Chief Operating Officer of Princeton Digital Group Limited Varoon Raghavan, Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya, Chairman and Chief Executive Officer of Princeton Digital Group Limited Rangu Salgame dalam acara penandatanganan kesepakatan antara Princeton Digital Group dengan XL Axiata untuk akuisisi kepemilikan mayoritas di portofolio bisnis layanan Data Center XL Axiata di Jakarta, Rabu (3/7). (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Princeton Digital Group (PDG), operator infrastruktur internet berbasis di Singapura yang didukung oleh Warburg Pincus mengakuisisi 70 persen kepemilikan bisnis layanan Data Center PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Saat ini, XL memiliki lima Data Center berkualitas tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
Joint Venture atau perusahaan patungan, yang dinamakan Princeton Digital Group Data Centres, akan mendukung eksistensi strategis PDG di Indonesia. Perusahaan Joint Venture ini akan menjadi operator Data Center untuk melayani perusahaan hyperscalers, unicorn domestik, korporasi, dan perusahaan telekomunikasi.
 
"Kami sangat senang dapat bermitra dengan XL Axiata dalam bisnis patungan ini. PDG bermaksud untuk memperbesar kapasitas Data Center yang sudah ada serta membangun satu Data Center hyperscale di akhir tahun ini,” ujar Chairman dan CEO, Princeton Digital Group Rangu Salgame, Rabu (3/7).

Berita Terkait : 2018, Pendapatan XL Naik Tipis


Menurut dia, dengan investasi lanjutan tersebut, Joint Venture ini akan menjadi pemimpin pasar di Indonesia serta salah satu operator Data Center terbesar di Asia Tenggara. PDG memiliki tujuan meningkatkan kompetensi mumpuni dalam infrastruktur internet global guna membangun portofolio pan-Asian multi-billion digital infrastructure.

Berita Terkait : Trafik Data Naik 24 Persen, XL Diuntungkan Pilpres

“Pengumuman hari ini adalah langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut," katanya. 
 
Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengaku, senang dapat menjalin kemitraan ini dengan PDG. Pengetahuan dan sepak terjang perseroan pada industri telekomunikasi, dikombinasikan dengan keahlian dan pengalaman tim PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi global, menjadikan entitas baru ini, sebagai mitra pilihan untuk para penyedia layanan digital berskala besar dan perusahaan multinasional
 
Untuk diketahui, ekonomi digital Indonesia akan mendominasi Asia Tenggara pada 2025 seiring meningkatnya nilai pasar (market value) sebanyak 3x lipat mencapai 100 miliar dolar AS  dari sebelumnya 27 miliar dolar AS pada tahun 2018 (Google-Temasek). Penyedia layanan public cloud global seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services, dan Google Cloud telah membangun beberapa hub strategis di pasar. 

Baca Juga : Kitab Suci: Membumi untuk Melangitkan


Data Centre adalah tulang punggung pertumbuhan fenomenal ini. Di seluruh Asia Tenggara, pasar layanan Data Centre akan mengalami kemajuan besar dengan lebih dari dua kali lipat nilainya dalam empat tahun ke depan. Menurut Technavio, pasar layanan Data Centre di wilayah ini akan tumbuh stabil pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 14 persen selama periode 2017 hingga 2021. Delta Partners bertindak sebagai penasihat keuangan untuk PDG dalam transaksi ini.
 
Untuk diketahui, Princeton Digital Group (PDG), berkantor pusat di Singapura, adalah investor terkemuka, pengembang, dan operator infrastruktur internet. PDG bermitra dengan perusahaan-perusahaan global berskala besar untuk melayani Data Center mereka dan kebutuhan infrastruktur lainnya di seluruh Asia. PDG saat ini telah hadir dan beroperasi di China, Singapura, India, dan Indonesia. Perusahaan ini dipimpin oleh tim kelas dunia dengan pengalaman operasi yang luas di sektor telekomunikasi global, internet, cloud dan real estate sector, menyatukan kombinasi unik dari strategi, serta kemampuan dalam operasi dan teknologi. [DIT]