Cegah Karhutla Tahun Ini, APP Sinar Mas Investasi Rp 300 M

Klik untuk perbesar
Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata di Gedung Sinar Mas, Jakarta, Rabu (24/7). (Foto: Aditya Nugroho/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramal musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Puncaknya akan jatuh pada Agustus-September. Untuk mengantisipasi itu, Asia Pulp dan Paper (APP) Sinar Mas pada tahun ini memperkuat berbagai fasilitas dari sistem penanggulangan kebakaran hutan terintegrasi.

“APP Sinar Mas bersama seluruh mitra pemasok siap mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di darat, air, dan udara untuk mendukung upaya pemerintah mencapai Indonesia bebas asap, terutama melalui pencegahan dan penanggulangan karhutla di area kami beroperasi,” ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata di Gedung Sinar Mas, Jakarta, Rabu (24/7).

Berita Terkait : Atasi Karhutla di Riau, Pertamina Terjunkan Tim Operasi Darurat

Suhendra optimis, dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, baik pusat dan daerah, TNI-Polri, maupun masyarakat bisa menjaga hutan Indonesia dari bencana karhutla. “Khususnya sepanjang musim kemarau 2019 yang diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya,” katanya.


Menurut Suhendra untuk tahun ini, perseroan menyiapkan investasi Rp 300 miliar untuk mencegah karhutla. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan helikopter dan biaya operasi. Selain itu untuk menambah aset dan fasilitas untuk mencegah karhutla.

Berita Terkait : Diduga Timbulkan Karhutla di Riau, KLHK Segel 10 Konsesi Perusahaan

“Ini menambah jumlah investasi yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Sampai dengan 2018, APP telah mengalokasikan lebih dari Rp 1,3 triliun untuk mencapai target zero fire pada 2020. Ini sejalan dengan komitmen perlindungan hutan APP Sinar Mas yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (FCP).

Berita Terkait : Karhutla Landa Sumatera Dan Kalimantan, Penerbangan Masih Aman

Hingga akhir 2028 lalu, perusahaan berhasil menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan. Saat ini, hanya 0.07 persen dsri seluruh area konsensi pemasok APP Sinar Mas yang terdampak api akibat kebakaran. [DIT]