Investasi Rp 14 T, Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik Di Karawang

Klik untuk perbesar
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Hyundai Motor Company akan membangun pabrik mobil listrik di Karawang, Jawa Barat. Investasi yang disiapkan mencapai 1 miliar dolar AS atau setara Rp14 triliun.

"Hyundai mau investasi satu miliar dolar AS, kira-kira, dan sudah dapat tanahnya di Karawang. Nanti November mereka akan tanda tangan di Seoul, Korea Selatan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (26/5).

Berita Terkait : BKS Dorong UGM Kembangkan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik

Menurut Luhut, nantinya penandatangan kesepakatan investasi akan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Produsen mobil terbesar di Negeri Ginseng itu akan membangun pabrik mobil listrik yang semua proses perakitannya akan dilakukan di Tanah Air.


Investasi satu miliar dolar AS akan digelontorkan secara bertahap untuk pembangunan pabrik di Karawang. Namun, ia belum bisa memastikan kapan peletakan batu pertama proyek tersebut bisa dilakukan. Yang pasti, saat ini pemerintah tengah mendorong agar ada percepatan penyelesaian perizinan investasinya.

Berita Terkait : Tidak Ada Kabel Listrik Dan Gas Elpiji

"Nanti dia (Hyundai) mau bikin dua pabrik, satu di situ (Karawang) dan kita tawarkan satu lagi di Jawa Tengah," katanya.

Meski belum mengetahui lokasi di Jawa Tengah, Luhut mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menawarkan opsi lokasi yang bisa digunakan untuk investasi tersebut.  Lebih lanjut, Luhut mengatakan, pemerintah akan mengkaji lokasi pabrik baterai mobil listrik akan tetap di Morowali, Sulawesi Tengah, atau ikut diboyong ke Karawang agar lebih dekat pada fasilitas produksi mobil listrik.

Berita Terkait : Pengadaan Desember 2019, Pejabat Kemenhub Bakal Pakai Mobil Listrik

Namun, yang pasti, pasokan bahan baku baterai mobil listrik telah tersedia di Tanah Air sehingga tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan. Khusus produksi baterai lithium untuk mobil listrik, Luhut mengaku akan mendorong perusahaan asal Korea Selatan LG untuk bisa masuk dan bekerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL). Perusahaan asal China itu merupakan salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar dunia.


“Baterai lithiumnya kita buat antara CATL dan kita berharap juga LG (ikut berinvestasi),” tukasnya. [DIT]