Menhub: Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online Harus Diperhatikan

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di penghujung tahun 2018, Grab, online-to-offline (O2O) mobile platform terkemuka di Asia Tenggara, menyelenggarakan Grab Karnaval yang bertempat di Gambir Expo, Kemayoran untuk merayakan pencapaian bisnisnya bersama 6.000 mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike beserta keluarganya yang dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Grab ini. "Saya apresiasi Grab mengadakan kopi darat seperti ini. Kegiatan ini bisa menjadi kebahagiaan bagi driver yang sudah seharian mencari nafkah. Saya mengharapkan para operator transportasi online selalu memperlakukan driver dengan baik. Ini adalah satu contoh hubungan yang baik," ungkap Menteri Budi.

Lebih lanjut disampaikan Menhub, hubungan yang baik bisa menumbuhkan semangat sehingga para pengemudi dapat memberikan service yang lebih baik lagi. "Saya menghimbau agar memperhatikan keselamatan. Pengemudi harus menjaga kendaraannya lebih baik, lebih layak dan lebih sopan dalam melayani pelanggan, imbuhnya. Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia menyampaikan bahwa apresiasi kepada mitra ini dilakukan karena tahun 2018 merupakan tahun yang luar biasa bagi Grab.

Disampaikan Ridzki salah satu kesuksesan yang dicapai adalah saat ini Grab sudah menjadi piihan bagi 60 persen pengguna transportasi online roda dua dan 70 persen untuk transportasi roda empat. 
"Kami ingin mengajak mitra Grab untuk berbagi kesuksesan, karena kesuksesan Grab ini adalah kesuksesan para mitra pengemudi juga dan ini menjadi momen bagi mereka mengajak keluarganya utk menikmati hidangan dan hiburan serta hadiah pada kegiatan ini," ungkap Ridzki.

Selain itu dikatakan Ridzki, apresiasi ini adalah bagian dari komitmen Grab bahwa mitra pengemudi adalah kunci kesuksesan dan pahlawan transportasi di indonesia. Terkait himbauan kesejahteraan yang disampaikan Menhub, Grab mendukung aturan tarif yang sehat. Untuk memperbaiki kesejahteraan juga, Grab saat ini sudah berhasil menurunkan angka order fiktif (Ofik) lebih dari 80 persen sehingga para mitra pengemudi bisa bekerja dengan fair.

Sedangkan terkait keamanan bagi pengguna maupun pengemudi, dikatakan Ridzki semua fitur Grab sangat fokus pada keamanan. "Kami sangat serius menangani isu-isu terkait keamanan dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Komnas Perempuan. Tentuya melalui teknologi kita juga bisa memantau apakah pengemudi ngebut atau tidak langsung kita berikan feedback. Yang lebih penting adalah pendidikan kepada mitra pengemudi terkait keselamatan ini," pungkasnya.

“Sepanjang tahun 2018, Grab telah berhasil memperluas layanannya dari 12 kota pada awal tahun 2017 menjadi 222 kota di Indonesia. Pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai O2O mobile platform dengan cakupan terluas di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,”tutupnya.

RM Video