Bahas Customer Relationship Management, Pengusaha Dan Praktisi Kumpul Bareng

Klik untuk perbesar
ACCELERATE bpm’ online Global Tour 2019. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Customer Relationship Management (CRM) di era digital kian mendesak. Apalagi, dengan mudahnya mendapatkan informasi bisa mengubah pola pikir dan perilaku konsumen.

Managing Director iSystem Asia (PT Inter Sistem Asia), Aina Neva Fiati mengakan, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan langkah-langkah yang tepat. Tujuannya agar investasi terhadap sistem strategi management pelanggan dapat menghasilkan keuntungan jangka panjang.  

"Tujuannya agar perusahaan bisa menjemput dan mengelola pelanggan dengan baik dan bisnis dapat beradaptasi dengan ketatnya kompetisi saat ini,” katanya dalam keterangannya, Rabu (4/9).

Berita Terkait : Beratkan Masyarakat, Pengusaha Minta Rencana Cukai Plastik Dikaji Ulang

Atas tantangan ini, para praktisi, pemimpin perusahaan, pemilik bisnis sampai profesional di bidang customer relationship akan berdiksusi di ACCELERATE bpm’ online Global Tour 2019 yang digelar di Hotel Westin, Jakarta, esok hari.

"Dibutuhkan langkah strategis dari para C-level dalam merancang strategi dan penerapan CRM suatu perusahaan," tambah Aina.

Acara tersebut akan menghadirkan Paul Greenberg, sang Godfather of CRM. Paul sendiri dikenal sebagai penulis buku best seller berjudul, CRM at the Speed of Light. Merupakan suatu kesempatan langka dan pertama kalinya Paul Greenberg datang ke Indonesia untuk memberikan sharing dan inspirasinya. 

Baca Juga : Menteri Tito: Kita All Out Dukung Menkes

Di era digital ini, Paul banyak menelurkan pemikiran baru tentang relasi pelanggan di sosial media. Konsep ini dikenal dengan Social CRM.

ACCELERATE bpm’ online Global Tour 2019 diselenggarakan iSystem Asia dan bpm’ online. iSystem Asia merupakan perusahaan yang berfokus pada bidang CRM/CX dan BPM, saat ini pemegang lisensi software bpm’ online untuk Indonesia juga Asia Pacific.

iSystem Asia berpengalaman dalam membantu banyak perusahaan di industri telekomunikasi, lembaga keuangan perbankan maupun non-perbankan, pelayanan publik, farmasi, otomotif, ritel, properti, perusahaan distribusi, konsultan, dan lain-lain. [DIT]