Desakan Pengusaha Saat Debat

Capres Harus Prioritaskan Energi Terbarukan

Klik untuk perbesar
Ilustrasi (dok : usud.acid)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengusaha mendesak pasangan capres dan cawapres 2019-2024 untuk komitmen memprioritaskan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam debat kedua. Hal itu dilakukan dalam rangka upaya pencapaian target energi terbarukan dalam bauran energi yaitu 23 persen pada 2025.

Ketua Komite Tetap Energi Panas Bumi dan Energi dari Pengolahan Sampah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Fauzi Imron mengatakan, pe-ngusaha akan menyampaikan dokumen terkait komitmen pengembangan energi terbarukan kepada ketua tim sukses. Baik pasangan 01 maupun 02.

“Dengan harapan, ketua tim sukses masing-masing sudah menyampaikan kepada capres untuk menandatangani komitmen itu. Nantinya, hak kami untuk memviralkan itu,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Erick Thohir Sebut Capres Jokowi Akan Fokus Pembangunan Infrastruktur dan SDM


Fauzi mengingatkan, Indonesia wajib mengembangkan energi terbarukan demi generasi ke depan. “Saya sih sangat optimistis di debat materi ini (EBT) akan terungkap walaupun tergantung dari masing-masing capres saja apakah mereka akan menjawabnya atau tidak,” ungkapnya.

Fauzi mengingatkan, komitmen Indonesia dalam COP 21 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada 2030 merupakan komitmen negara-negara. Untuk mencapainya, salah satu caranya dengan mengerek porsi energi terbarukan dalam bauran energi. “Kalau komitmen itu tidak dipenuhi siapa yang rugi? Kita, apalagi kalangan milenial,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Energi Terbarukan & Lingkungan Hidup Kadin Halim Kalla mengatakan, sudah saatnya capres berpihak kepada pengembangan energi terbarukan. Apalagi, menurutnya, pengembang energi terbarukan dalam negeri masih stagnan.

Berita Terkait : Maruf Amin: Jokowi Siap Debat

“Hampir semua anggota Kadin merupakan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan sudah seharusnya, pemerintah meningkatkan jumlah UKM sebagai pelaku pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.


Ia mengatakan, proses pengadaan energi terbarukan perlu dikembalikan kepada metode penunjukan langsung, skema BOOT dihilangkan, dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) disusun sedemikian rupa. Hal ini agar bankable serta rIsiko antara pengembang dan PLN berimbang.

“Kami berharap dalam debat terkait energi tanggal 17 Februari 2019, kedua pasangan calon presiden bersedia menyampaikan komitmen ini. Sebagai warga dan komunitas yang mendorong termanfaatkannya energi terbarukan,” jelasnya.

Berita Terkait : Pengelolaan Duit Desa Dikawal Kejaksaan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, EBT dan kendaraan listrik akan menjadi salah satu faktor yang bakal mempengaruhi tatanan perekonomian di masa depan. “Ada 4 (empat) industri yang akan sangat berkembang besar, yaitu online, artificial intelligence, kendaraan listrik dan Energi Baru Terbarukan,” kata Jonan. [ASI]

RM Video