Gelontorkan Rp 3,5 Triliun

Satelit Nusantara Satu Resmi Meluncur Dari Amerika Serikat

Klik untuk perbesar
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meluncurkan Satelit Nusantara Satu Dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS). (Foto : facebook @PSNengage)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Satelit Nusantara Satu telah diluncurkan secara resmi pada Kamis (21/2) malam dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyebut satelit yang baru diluncurkannya ini adalah satelit broadband pertama asal Indonesia.

Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono mengatakan, setelah mengorbit, Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan pemerintah. Pemanfaatannya untuk menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia.

“Untuk saat ini yang sudah bekerja sama dengan kita adalah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi),” kata Heru, di Jakarta, akhir pekan.

Dia mengungkapkan, total investasi untuk meluncurkan satelit sebesar 250 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun. “Jumlah itu belum termasuk biaya operasional untuk satelit,” katanya.

Teknologi yang disematkan dalam Satelit Nusantara Satu merupakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Direktur utama PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan, kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam dunia digital.

Berita Terkait : Cihuy, THR Naik


“Bagi kami ini adalah sejarah di industri telekomunikasi nasional,” katanya. Teknologi HTS yang dimiliki Satelit Nusantara Satu dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar hingga 15 Gbps.

“Kapasitas dimiliki sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional,” terang dia. Tidak hanya HTS, perusahaan juga menyematkan teknologi Next Generation Electric Propulsion.

Teknologi ini diklaim mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan. Bahkan bisa menekan biaya investasi. “Nusantara Satu dirancang sangat efisien untuk menekan biaya angkut kargo Space X,” tutur dia.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN Dani Indra Widjanarko menjelaskan, setelah berhasil meluncur PSN terus melakukan pemantauan terhadap Satelit Nusantara Satu. Pemantauan dilakukan hingga akhirnya satelit berhasil menempati slot orbitnya dan beroperasi sesuai dengan rencana.

Kami perkirakan Butuh waktu sekitar 2 minggu dari waktu peluncuran untuk mengetahui apakah Satelit Nusantara benar-benar mencapai suatu orbit yang ditentukan. “Nah setelah berhasil mencapai orbitnya maka terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian uji coba untuk memastikan nusantara1 dapat berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Berita Terkait : Mengorbit di Atas Papua, Satelit Nusantara Satu Layani Internet Di Pedesaan

Selain untuk menyebarkan sinyal internet ke berbagai desa, Satelit Nusantara satu juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produknya yaitu Ubiqu dan Sinyalku.


“Cakupan mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua dari ujung utara Sulawesi hingga ujung Selatan Nusa Tenggara,” katanya.

Karena ubiqu ini menggunakan satelit, jadi dapat dipasang di mana saja di seluruh wilayah Indonesia baik di kota di desa hingga pegunungan atau kepulauan.

Hapus Kesenjangan Internet

Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Hendra Gunawan menjelaskan, satelit yang bakal diluncurkanoleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya wilayah Indonesia Timur.

Berita Terkait : Satelit Nusantara Satu Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah

“Tentu bisa menguntungkan masyarakat di berbagai pelosok daerah karena mudah mengakses teknologi informasi,” kata dia. Dia juga meyakini, dengan kualitas dan jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia, Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Indonesia.

“Meningkatnya akses internet, terutama di wilayah Timur, akan berdampak positif bagi terbukanya peluang-peluang ekonomi baru. Apalagi wilayah Indonesia Timur dikenal dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa,” tutur dia. [JAR]

RM Video