Masuk Industri 4.0, Perusahaan Tak Butuh Ijazah

Kampus Bekali Mahasiswa Kuasai Teknologi Digital

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persiapan menuju industri berbasis teknologi dengan sistem siber, internet, dan komputasi atau biasa disebut Industri 4.0, terus dikebut. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menilai, salah satu hal terpenting menuju Industri 4.0 adalah menambah mutu Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti Ainun Naim mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai materi dan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi zaman. “Kita berusaha mengarahkan mahasiswa untuk berbisnis dengan teknologi baru. Nanti mereka akan mendapatkan supervisi, office space, lalu bisa berlatih untuk membuat network,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka usai diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0 di kantor Kemenkominfo, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Terapkan Berbagai Kebijakan

Kebijakan Kemenristekdikti menyiapkan SDM terfokus pada kurikulum. Proses belajar mengajar di perguruan tinggi terus dikembangkan lebih dalam. Pihaknya juga membuat literasi baru, yaitu dengan data teknologi humanities yang dikembangkan dan diajarkan secara konsisten sesuai target yang ditetapkan kepada mahasiswa.

“Kita bertahap melakukan reorientasi kurikulum,” terangnya. Ainun menyebut, beberapa materi sengaja didesain untuk mencetak perusahaan rintisan berbasis digital atau startup . Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan bisnis digital di Indonesia. “Untuk menyiapkan era industri 4.0, maka kita usahakan juga untuk berbasis digital,” tegasnya.

Berita Terkait : Tahun Ini, PDB Pertanian Tumbuh Lampaui Target

Menurutnya, pembekalan materi praktis di perguruan tinggi sangat penting. Ke depannya, lulusan perguruan tinggi tak hanya diberikan perbekalan teori yang banyak, tapi juga ilmu praktis. Dengan metode ini, maka lulusan perguruan tinggi diharapkan bisa bekerja sesuai kebutuhan perusahaan, atau lulusan tersebut mampu menciptakan lahan berbisnis. “Kita memfasilitasi mahasiswa dan pemuda yang ingin mengembangkan teknologi seperti startup. Termasuk mereka yang ingin mengembangkan motor listrik. Materi entrepreneurship ini juga sudah diwajibkan bagi seluruh mahasiswa,” imbuhnya.

Dia menilai, saat ini di banyak perguruan tinggi negeri yang mulai menyesuaikan materi kurikulum dengan perkembangan teknologi. Tujuan utamanya yaitu mempersiapkan kualitas SDM. “Beberapa kampus sudah bekerja sama dengan industri yang menggunakan teknologi terbaru,” katanya.
 Selanjutnya