Hadapi Industri 4.0, Esa Unggul Gandeng Universitas China

Klik untuk perbesar
Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma (kanan) bersama Vice President NXU Zhang Bo usai Penandatanganan Kerja sama Overseas Practical Education Base antara Universitas Esa Unggul dengan Nanjing XiaoZhuang University (NXU), di Jakarta, Kamis (14/3). (foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa SDM yang baik, bangsa ini akan sulit mengimbangi kemajuan teknologi. 

Untuk mempersiapkan SDM yang mampu bersaing secara global, Universitas Esa Unggul gandeng Universitas di China untuk gelar program internasional guna hadapi industri 4.0. “Kerja sama ini sesuai dengan visi dan misi  Esa Unggul untuk menjadi World Class University. Sehingga Universitas Esa Unggul berkomitmen membangun pendidikan yang bertaraf internasional dan bekerja sama dengan universitas dari berbagai negara yang sudah maju, salah satunya di China ,” ujar Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma dalam acara Penandatanganan Kerja sama Overseas Practical Education Base antara Universitas Esa Unggul dengan Nanjing XiaoZhuang University (NXU), di Jakarta (14/3).

Berita Terkait : Menperin Dorong Milenial Tingkatkan Literasi Digital


Menurut dia, kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan para lulusan dari Universitas Esa Unggul Internasional Program  yang mampu bersaing secara global di tengah pasar bebas saat ini.“Tak bisa dipungkiri, saat ini China menguasai pasar dunia, baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Dengan menggandeng China, diharapkan kita dapat mengambil pelajaran dari kemajuan Tiongkok, “ujar dia.

Vice President NXU Zhang Bo menyambut baik kerja sama dengan Universitas Esa Unggul. Apalagi, Esa Unggul memiliki kredibilitas dan kualitas yang sangat baik di Indonesia. 

Berita Terkait : Iklim Investasi Kondusif, Lahan Industri Laku Keras

“Kami memilih bekerjasama bahkan mendirikan kantor perwakilan kami di Universitas Esa unggul, karena kami sangat percaya pada kualitas dan kredibilitas Universitas ini,” ujar dia.


Menurut Zhang Bo, program kerja sama pendidikan untuk mahasiswa International Program Esa Unggul ini tak hanya antar dua lembaga pendidikan, namun juga antar dua Negara yang tengah saling belajar. “Kami banyak belajar dari Indonesia mengenai bagaimana melakukan reformasi birokrasi dan Indonesia juga belajar mengenai teknologi, keduanya bisa saling melengkapi,”kata dia.

Berita Terkait : Meski Industri Otomotif Lesu, Tunas Group Dulang Untung

Direktur Esa Unggul International Program Fransiskus Adikara mengatakan, saat ini, Esa Unggul International Program telah bekerjasama dengan tiga universitas terkemuka di China. Yaitu Jiangsu Second Normal University (JSNU) jurusan Communication and Visual Design, Nanjing XiaoZhuang University (NXU) jurusan Informatics Engineering, dan North China Electric Power University (NCEPU) jurusan Industrial Engineering. [DIT]

RM Video