Aplikasi Jojoba Bantu Lulusan SMK Cari Kerja

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Masalah pengangguran di Indonesia memang sukar teratasi. Melihat hal ini, Andreas Setiadi berusaha ikut mencari solusi dari kondisi sosial tersebut.

Dia membangun perusahaan rintisan berbasis digital atau startup yang bergerak dalam bidang pencari kerja yaitu Jojoba pada Tahun 2017. Jojoba berfokus merekrut pencari kerja untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Kita membangun aplikasi untuk mempermudah lulusan SMK dalam mencari kerja melalui smartphone,” ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di kawasan Taman Puring, kemarin.

Hampir dua tahun berjalan sudah ada 30 ribu pelamar yang memanfaatkan aplikasi tersebut. Dia menjelaskan, meski fokus kepada lulusan SMK namun aplikasi ini juga terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur.

Berita Terkait : DPD Apresiasi Prestasi Banyuwangi


“Kalau lulusan perguruan tinggi sudah banyak maka kita fokus membantu lulusan SMK,” jelasnya.

Dari data perusahaan perusahaan-perusahaan dan pencari kerja, hingga sekarang masih didominasi di wilayah Pulau Jawa khususnya Jabodetabek.

“Startup kita memang berfokus untuk wilayah Jabodetabek dan seluruh Pulau Jawa setelah itu, baru kita akan ke berbagai daerah untuk ke depannya,” tuturnya.

Selain mengandalkan teknologi digital di aplikasi, Jojoba juga melakukan sosialisasi dan edukasi untuk para pelajar di sekolah-sekolah.

Berita Terkait : Cuma Sementara, Citilink Tutup 3 Rute di Kertajati 

Andreas berusaha mengubah cara pandang pelajar yang terpaku pada fasilitas dan kenyamanan yang diberikan orang tua. Banyak lulusan SMK menganggur salah satu faktornya karena tidak siap masuk dunia kerja. Skill mereka tidak dibutuhkan.


Untuk itu diperlukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jojoba berusaha membekali pelajar untuk menghadapi dunia kerja yang tidak lama lagi mereka hadapi. Di aplikasi ini juga siswa diajak belajar menatap masa depan. Sehingga ketika lulus dia memahami apa saja yang diinginkan oleh perusahaan.

“Kalau cara pandang pelajar tidak kita bangun dari sekarang atau kita tidak mulai menyadarkan dan mengatasi masalah ini, maka bisa jadi masalah serius ke depannya bagi mereka,” kata dia.

Hingga saat ini sudah ada 400 lebih perusahaan yang bekerja sama dengan Jojoba. Berbagai sektor perusahaan telah bekerja sama. Pihaknya mendapatkan dana dari perusahaan yang bekerja sama.

Berita Terkait : Sri Mulyani Janji Kurangi Tenaga Kerja Asing

Kebanyakan Perusahaan yang bekerja sama dengan Jojoba adalah yang bergerak dalam bisnis Food and Beverage atau F&B. “Ada juga dari perusahaan logistik terus perusahaan ritel,” imbuh Andreas.

Bagi pencari kerja, gratis mendownload aplikasi ini dan mempelajarinya. Namun di tahap lain Jojoba mengenai biaya kepada pencari kerja sebesar Rp 25.000. Jumlah ini tergolong murah ketimbang transport jika mencari dengan cara offline. ■ JAR

RM Video