Garuda Bantah Jadi Orang Ketiga Di Balik Perceraian AirAsia-Traveloka

Klik untuk perbesar
Pesawat AirAsia

RMco.id  Rakyat Merdeka - AirAsia memutuskan untuk menarik penjualan tiketnya secara permanen dari Online Travel Agent (OTA) atau  Biro Perjalanan Online Traveloka sejak Senin (4/3) lalu. Penarikan ini meliputi seluruh rute penerbangan di semua jaringan AirAsia. 

Keputusan tersebut diambil maskapai swasta terbesar di Malaysia itu, menyusul hilangnya tiket AirAsia secara misterius di Traveloka untuk kedua kalinya, dalam dua minggu terakhir. Media Travel Global online, Skift.com menduga hal ini turut dipicu oleh campur tangan dari pesaing AirAsia, dalam proses bisnis aviasi di Indonesia. Skift menuding Garuda Indonesia dan Lion Air mendorong aplikasi ini, untuk tidak menjual tiket dari AirAsia.

Berita Terkait : AirAsia Tarik Penjualan Dari Traveloka

Dalam berbagai kesempatan, Traveloka mengatakan,  tiket milik AirAsia hilang karena sedang ada pemeliharaan sistem.  Director of Public Relations Traveloka Sufintri Rahayu mengakui adanya pertemuan antara Traveloka dan AirAsia pada pekan lalu. Namun, ia menolak membicarakan hasil pertemuan. 

Terkait hal ini, Juru Bicara Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyangkal pihaknya telah mengintervensi Traveloka. "Sejauh yang saya tahu, itu tidak benar," kata Ikhsan. 

Baca Juga : Banten Canangkan Gerakan Eliminasi TBC

Sedangkan Juru Bicara Lion Air Danang Mandala Prihantoro, tidak memberikan respon atas penelusuran ini.

Absennya AirAsia, menjadikan Lion Air dan Citilink sebagai pemilik harga terbaik di Traveloka dan Tiket.com. Seperti hasil pantauan pencarian tiket pulang pergi Jakarta-Yogyakarta untuk 30 Maret-3 April 2019 yang dilakukan Skift di kedua situs OTA tersebut. Tiket AirAsia tidak muncul, walaupun maskapai tersebut tidak menarik penjualan tiketnya dari Tiket.com.

Baca Juga : TKN Gak Khawatir Disalip Oposisi

Berdasarkan hasil pencarian di situs Wego Indonesia, untuk rute yang sama, tiket AirAsia terlihat paling murah. Tapi, tidak tersedia di Traveloka dan Tiket.com. Opsi lain bagi konsumen adalah Trip.com, Jollytravel, Kiwi.com, Skytours dan Rumbo. Sayangnya, semua itu adalah pemain OTA dari luar Indonesia.

Data Wonderful Indonesia menunjukkan, AirAsia Group membawa 3,8 juta penumpang di Indonesia dan mendatangkan 2,9 juta wisatawan asing pada 2017. Jika kondisi ini berlanjut, tentu akan berdampak kurang baik terhadap industri pariwisata nasional secara keseluruhan. [KPJ]
 

RM Video