Kerek Kualitas Produk, Koperasi Batur Jaya Berguru Ke Toyota

Klik untuk perbesar
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufaturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono (tengah) dan Ketua Koperasi Batur Jaya Badrul Munir (kanan) berbincang dengan media usai kick off IKM supply chain industri otomotif, di Ceper, Klaten, Jawa Tengah, belum lama ini. (Foto: DIT)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Koperasi Batur Jaya yang bergerak di bidang komponen otomotif terus meningkatkan kualitas produk dan sumber daya manusia (SDM). Caranya dengan berguru kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Ketua Koperasi Batur Jaya Badrul Munir mengatakan, koperasi ini pertama kali menerima order dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Nah, sekarang order utamanya dari TMMIN. “Kita kan anak didiknya Toyota,” katanya kepada Rakyat Merdeka di sela-sela acara kick off IKM supply chain industri otomotif, di Ceper, Klaten, Jawa Tengah, belum lama ini.

Saat ini, produk Koperasi Batur Jaya telah memenuhi standar kualitas dan mulai masuk sebagai rantai suplai Toyota. Sebanyak 200 cylinder sleeve per bulan produksi Koperasi Batur Jaya akan dipasok ke supplier lapis 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia. Cylinder sleeve ini selanjutnya dipergunakan oleh PT TPR Indonesia sebagai alat bantu dalam memproduksi piston ring untuk TMMIN.

“Karena gurunya pinter muridnya juga sekarang jadi pinter. Ke depan belum tahu apa, tinggal tunggu mahaguru kita. Kita diberi apa-apa kita menunggu maha guru. Karena kita nggak bisa menentukan, karena belum tahu,” tambahnya.

Berita Terkait : Kerek Ekonomi Lombok, Kadin Bikin Desa Wisata


Menurut Badrul, dirinya selalu minta bimbingan dari TMMIN apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan bisnis komponen. Karena itu, kata dia, jika butuh pembinaan SDM langsung kirim ke TMMIN. Masalah pengecoran atau permesinan dikirim ke TMMIN juga.

“Kita selalu minta bimbingan ke TMMIN,” ujarnya.

Namun, dia mengatakan, masih ada beberapa hambatan yang dihadapi industri komponen. Bahan baku salah satunya. Pihaknya pun meminta bantuan Toyota untuk dicarikan bahan baku yang baik supaya mutunya baik.

“Kita juga mau coba mencarinya semoga tidak tergantung guru kita. Saat ini, bahan bakunya masih impor,” katanya.

Berita Terkait : Dukung Vokasi, Toyota Sumbang 25 Mobil

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, akselerasi Koperasi Batur Jaya menjadi pemasok industri otomotif berstandar global bukan melalui perjalanan mudah. Pelatihan dan pendampingan dengan metode yang tepat, rekonstruksi ulang dengan standardisasi Toyota, dan bantuan mesin produksi membantu Koperasi Batur Jaya memenuhi persyaratan tinggi dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi, dan kontinuitas suplai.


“Proses yang tidak instan dan kerja keras yang konsisten antara TMMIN dan pihak Koperasi Batur Jaya, menunjukkan semangat pantang menyerah dari IKM otomotif di Indonesia,” ujarnya. 

Lebih lanjut, industri otomotif yang kompetitif perlu membutuhkan rantai pasok yang kuat, karenanya TMMIN ingin berkontribusi nyata di antaranya melalui pengembangan IKM otomotif. SDM berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan IKM. 

“Untuk itu, kami juga memberi perhatian khusus pada program-program pengembangan SDM dengan mendukung sekolah-sekolah vokasi baik di Ceper maupun di tingkat nasional melalui program pendidikan vokasi dari Kemenperin,” paparnya.

Berita Terkait : Inalum Pasok Aluminium Ke Toyota

Direktur Administrasi, Korporasi, Hubungan Eksternal, & CSR TMMIN Bob Azam mengatakan, industri otomotif yang kompetitif membutuhkan rantai pasok yang kuat. Karena itu, TMMIN ingin berkontribusi nyata salah satunya melalui pengembangan IKM otomotif.

“SDM berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan IKM,” ujarnya.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi kepada TMMIN atas dukungannya dalam penguatan dan kemajuan IKM otomotif di Indonesia. “Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kemajuan sentra-sentra IKM logam potensial lainnya,” ujarnya. [DIT]

RM Video