Peluang Bisnis Di Ethiopia, Ini Kiat Bagi Investor Indonesia

Klik untuk perbesar
Duta Besar Al Busyra Basnur (ketiga kiri) dan GM Peace Success Industry Plc Taryat Suratman (kedua kiri) didampingi staf KBRI Addis Ababa , berkeliling melihat pabrik yang memproduksi sabun B-29 dan body lotion di Ethiopia. Bahan baku produk tersebut berasal dari Indonesia.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ethiopia memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat besar bagi Indonesia, baik perdagangan maupun investasi. Mau tahu kiat sukses berbisnis dengan Ethiopia?

Selain mengenali karakteristik pasar dengan baik, yang paling penting adalah ikuti dan patuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Selain itu, harus gigih bertemu dengan pejabat yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan apabila ada masalah atau hambatan. Hal itu dikatakan Taryat Suratman General Manager Peace Success Industry Plc, sister company PT Sinar Antjol, Addis Ababa kepada Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan African Union, organisasi 55 negara Afrika. Saat mereka berkunjung ke pabrik PT Sinar Ancol (Kamis 28/3) yang terletak tidak jauh dari kota Addis Ababa.

Berita Terkait : Dubes Al Busyra Basnur Bagi-bagi Tips Masuk Pasar Ekonomi Ethiopia

Taryat telah berpengalaman berbisnis di Ethiopia hampir 20 tahun. PT Sinar Antjol adalah salah satu dari lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Ethiopia. Empat perusahaan lainnya adalah PT Indofood, PT Bukit Perak, PT Ungaran dan PT Sumber Bintang Rejeki.


PT Sinar Ancor telah mencatat sukses dalam mengembangkan usaha dan menguasai 35 persen pasar Ethiopia. Perusahaan yang memproduksi sabun dan body lotion ini akan melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga seperti Eritrea, Sudan dan Kenya. Adapun 90 persen bahan baku yang digunakan berasal dari Indonesia.

Berita Terkait : Semangat Asia Afrika, Pemuda Ethiopia Genjot Kerja Sama Indonesia-Afrika

Dubes Al Busyra mengatakan, banyak pengusaha Indonesia yang berminat untuk melakukan hubungan dagang dan kerja sama investasi di Ethiopia.

“Sebelum memulai tugas 12 Maret 2019, saya banyak dihubungi perusahaan Indonesia, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah, menyampaikan keinginan untuk melakukan kerja sama ekonomi dengan Ethiopia. Sebab, perusahaan Indonesia tersebut memahami dengan baik bahwa potensi pasar Ethiopia sangat besar. Ethiopia juga menjadi pintu gerbang produk-produk Indonesia untuk pasar Afrika, terutama Afrika bagian timur,” kata Al Busyra.

Berita Terkait : Masyarakat Indonesia Bagikan Daging Kepada 350 Warga Addis Ababa

Ethiopia adalah negara Afrika dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi Ethiopia tahun 2018 tercepat di Sub-Sahara Afrika. [MEL]