Video Seks Gay Menteri Hebohkan Malaysia

Klik untuk perbesar
Menteri Perekonomian Malaysia Mohamed Azmin Ali (Foto: South China Morning Post)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Malaysia lagi geger video seks sesama jenis. Yang bikin heboh lantaran pemerannya diduga seorang menteri federal dari Partai Keadilan Rakyat (PKR).Dilansir The Star dan Malay Mail pada Rabu (12/06) ada tiga video berisi adegan seks sesama jenis yang masing-masing berdurasi 1,5 menit. Ketiga video ini viral di sejumlah media sosial sejak, Selasa (11/06). 

Foto-foto potongan video ini juga menyebar lewat WhatsApp.Dalam video tersebut, ada dua pria yang sama-sama telanjang sedang melakukan kegiatan seksual di atas ranjang. Seorang pria dalam video disebut mirip menteri federal dari PKR, partai yang didirikan Anwar Ibrahim yang kini tergabung dalam koalisi pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Potongan rekaman audio berdurasi lima menit berisi percakapan dua pria yang tengah ngobrolin seputar aktivitas seksual itu, juga menyebar luas ke publik. Kasus ini semakin liar setelah seorang politisi muda Muhammad Haziq Abdul Aziz mengaku sebagai pemeran video dengan menteri tersebut.

Lewat sebuah video di halaman Facebooknya, Abdul Aziz yang menjabat sekretaris senior untuk Wakil Menteri Industri Primer dan Komoditas Datuk Seri Shamsul Iskandar Mohd Akin (bukan menteri dalam video itu), mengatakan bahwa menteri yang ada dalam video bersamaya itu tidak cocok menjadi seorang pemimpin.

Berita Terkait : Raja Malaysia Kembali Bantu Orang Lakalantas


“Saya, Haziq Aziz, membuat pernyataan, bersumpah bahwa saya adalah individu dengan (menteri) dalam video yang viral kemarin. Video itu diambil tanpa izin saya pada 11 Mei selama pemilihan sela di Sandakan, di kamarnya di Hotel Four Points. Saya mendesak MACC (Komisi Anti Korupsi Malaysia) menyelidiki (dia) dalam kasus korupsi,” katanya, seperti dilansir The Star Online.

Belakangan, menteri yang diduga menjadi salah satu sosok dalam video cabul itu, angkat bicara. Adalah Menteri Perekonomian Mohamed Azmin Ali, sosok yang dituduh sebagai pria dalam adegan video, membantah keras.

Melalui surat pernyataannya, Azmin Ali mengecam tudingan jahat dan kejam ini. Ia yakin betul fitnah dilakukan untuk menghancurkan reputasi dan kepribadiannya.

“Saya yakin kerja menjijikkan ini telah dimulai beberapa bulan lalu berdasarkan perkembangan politik melalui intimidasi terhadap keselamatan diri dan keluarga saya pada minggu terakhir Ramadan, serta tuduhan korupsi yang tidak benar. Saya mengutuk sekeras-kerasnya ‘gutter politics’ (politik kotor),” ujarnya.

Berita Terkait : Malaysia Galang Patriotisme Lewat Tema Hari Kemerdekaan

“Sesungguhnya, ini tidak mempunyai tempat dalam era Malaysia Baru, ketika kita berusaha membangun kembali negara melalui reformasi institusi dan berpegang kepada politik nilai yang luhur dan murni,” tambah Azmin dikutip Berita Harian online. 


Ia sudah memerintahkan pengacaranya mengambil tindakan hukum terhadap pemfitnah. Azmin tegas menantang pelaku yang dinilainya pengecut dan mencoba mengalihkan perhatian publik dari isu-isu negara yang lebih mendesak dan penting.

Anggota Dewan Tertinggi United Malays National Organisation (UM-NO), partai oposisi di Malaysia, Lok-man Noor Adam melaporkan video tersebut kepada markas utama Kepolisian Federal Malaysia pada Selasa (11/6). Dia berharap polisi segera menyelidiki secara tuntas video ini.

“Polisi harus menyelidiki keaslian video itu, siapa yang menyebarkannya dan juga identitas para aktor yang terlibat,” desaknya.Polisi Malaysia Bukit Aman mengklaim tengah menyelidiki video tersebut. “Bukit Aman sedang menanganinya,” sebut Komisaris Polisi Sabah, Datuk Omar Mammah.

Berita Terkait : Soal Video Seks, Anwar Ibrahim Kaget Ajudannya Diciduk Polisi

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Anwar Ibrahim sebagai ketua PKR terkait video ini. Sementara PM Malaysia, Mahathir Mohamad sudah berkomentar. “Saya tidak tahu apapun. Saya baru saja mendengarnya dari wartawan, saya harus membaca tentang itu,” jawab Mahathir di Putrajaya, kemarin. [FAQ]

RM Video