Duta Besar Indonesia Untuk Dar es Salaam Ratlan Pardede

Ajak WNI Kumpul Di Cafe Nusantara Rwanda

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik In­donesia (KBRi) di Dar es Salaam merangkap Rwanda, baru saja melakukan pertemuan dengan warga negara indonesia di sana. Pertemuan dilakukan di restoran Indonesia pertama yang didirikan di Rwanda, Borneo Cafe. Pertemuan merupakan upaya KBRI melakukan pendataan sekaligus mensosialisasikan se­ jumlah program kegiatan KBRI ke depannya, terutama pemilu 2019.

Berita Terkait : Persiapkan Zona Multikultur Di Big Splash


Duta Besar Indonesia untuk Rwanda Ratlan Pardede senang bisa kumpul bareng WNI di restoran Indonesia itu. “Restoran Indonesia pertama di Rwanda ini dibangun dan dikelola warga negara Indonesia. Saya senang bisa berkumpul di sini,” ujar Dubes Ratlan. “Saya sangat berbahagia dapat bertemu dengan saudara­-saudara dari Indonesia di tanah perantauan ini. Ke depannya akan secara regular bertemu dengan bapak dan ibu sekalian,” sambungnya.

Berita Terkait : Wastra Indonesia Meriahkan Pekan Mode Roma

Dia mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk me­mastikan kondisi kehidupan WNI di Rwanda. Dia juga ingin pertemuan ini sebagai ajang sosialisasi sejumlah program pemerintah dan KBRI Dar es Salaam terkait pelayanan WNI. Selain itu, Ratlan sangat bang­ga dengan adanya Borneo Cafe tersebut. Sebab mendapat ulasan positif dari sejumlah situs web wisata dan kuliner.

Berita Terkait : Senang Gamelan Jadi Tenar Di Generasi Muda Seoul


Borneo Cafe didirikan Siti Noor Fatimah Ef­fendi pada 15 Juni 2017. Wanita yang akrab dipanggil Fety tersebut da­tang ke Rwanda pada Juni 2017 dengan visa kunjungan. Namun, setelah melihat kualitas kehidupan di Kigali, dia memutus­ kan untuk tinggal dan mendirikan usaha bersama sang suami di Rwanda. Setelah berbagai proses perizinan diselesaikan, dia mem­buka rumah makan Indonesia pertama di Rwanda. [DAY]

document.getElementById("related-simplify").style.display = "none";

RM Video