Kampanye Perdana Pilpres Di Orlando

Trump Disentil Demokrat, Mana Janji-janji Mu...

Klik untuk perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat memulai kampanye perdananya di Orlando, Florida, kemarin. (Foto : https://news.cgtn.com/news).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kemarin memulai kampanye perdananya di Orlando, Florida, untuk Pilpres 2020.

Di saat yang saat Partai Demokrat sebagai kubu oposisi menyentil kegagalan janji kampanye Trump di pilpres sebelumnya.

Mengusung tema yang sama dengan Pilpres 2016, Trump mengedepankan isu nasionalisme melalui perang terhadap imigran ilegal. Serta meningkatkan lapangan pekerjaan bagi penduduk asli.

Berita Terkait : Keputusan Presiden Trump dan APBN Kita

Dalam pidato di kampanye perdananya, Trump bangga dengan pencapaiannya selama memimpin AS. Hal itu akan dilanjutkan pada periode jabatan mendatang. Dia pun menjanjikan akan ada kejutan dalam pemilu yang akan digelar pada Oktober 2020 mendatang.

“Kami melakukannya sekali dan kami akan melakukannya lagi. Itulah sebabnya, malam ini saya berdiri di hadapan Anda untuk secara resmi meluncurkan kampanye untuk masa jabatan kedua sebagai presiden Amerika Serikat,” kata dia, kepada sekitar 20.000 pendukung, dikutip dari AFP, kemarin.


Tidak ada konsep atau rencana baru yang disampaikan dalam pidato selama hampir 80 menit itu. Trump memuji pemerintahannya dalam hal pencapaian ekonomi. Serta menegaskan kembali janji lama untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko.

Berita Terkait : Trump Tuding China Curang...

Di bidang kesehatan, dia akan memberi perhatian terhadap para penderita kanker dan AIDS. Hal lain, pemerintahannya kelak akan membuka jalan untuk mengirim astronot ke Mars.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Trump untuk mengejek jurnalis dari kelompok media tertentu yang meliput acaranya. Dia menyebut mereka sebagai penyebar berita palsu. Trump juga menyindir lawan-lawan politiknya dari Demokrat. Trump menyebut politisi Demokrat penuh dengan kebencian dan mencabik-cabik AS.

Menurut dia, Demokrat kini menjadi lebih radikal, berbahaya, serta berada di titik terendah dalam sejarah AS. “Mereka ingin menghancurkan Anda dan mereka ingin menghancurkan negara kita, seperti yang kita tahu. Kita akan membuat Amerika tetap hebat lagi,” ujarnya, disambut teriakan massa pendukung yang kompak mengenakan topi merah.

Berita Terkait : Malu-maluin, Trump Posting Kutipan Palsu Atas Nama Presiden Reagan

Sementara itu, di kubu Demokrat yang berada di pihak oposisi, mengutip serangkaian janji yang gagal dalam masa jabatan pertama Trump. Mulai dari menurunkan harga obat-obatan hingga menutup celah pajak perusahaan.

Demokrat juga mengkritik tajam tindakan keras Trump terhadap hak-hak perempuan dan imigran. Menurut para politisi Demokrat, Trump sekarang harus mempertahankan catatan kepresidenannya, yang mencakup sejumlah kebijakan kontroversial, dari perang dagangnya dengan China.


Hingga tanggapan terhadap hubungan AS-Arab Saudi pasca-pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Termasuk meningkatnya jumlah kematian di perang proksi di Yaman. [DAY]