AS Dan Korut Diam-diam Bahas Rencana Pertemuan Ke-3 Trump dan Kim Jong Un

Klik untuk perbesar
Presiden Donald Trump (kanan) dan Pemimpin Korut Kim Jong Un ketika bertemu di Sofitel Legend Metropole Hanoi hotel, in Hanoi, Vietnam. (Foto : AP File/Evan Vucci).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In menegaskan, pembicaraan denuklirisasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut) belum berakhir meski pertemuan Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, 28 Februari lalu buntu.

Menurut Moon, AS menjalin pembicaraan di balik layar dengan Korut untuk menjajaki pertemuan ketiga antara Trump dengan Kim. Dalam jawaban tertulis atas pertanyaan wartawan asing, Moon mengatakan tidak ada alasan bagi buntunya pembicaraan pelucutan senjata nuklir di Semenanjang Korea hanya karena tidak ada pembicaraan resmi.

Baca Juga : Candaan Jonan Dalam Sertijab: Pak Arcandra Nggak Pernah Traktir Makan

“Kedua pihak telah berdialog sehubungan dengan pertemuan ketiga. Patut dicatat bahwa pembicaraan di belakang layar sudah dimulai dengan saling pengertian terkait posisi masing-masing seperti diperoleh dalam KTT Hanoi,” kata Moon, dalam surat itu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/6).

Moon menambahkan, AS telah mengajukan usulan soal pembicaraan tingkat kerja serta mendesak Korut kembali ke meja perundingan secepat mungkin. Buntunya pertemuan di Hanoi merupakan pukulan bagi Moon. Sejak awal dia memosikan diri sebagai orang ketiga untuk memfasilitasi pertemuan Trump dan Kim.

Baca Juga : Tunjukkan Eksistensi sebagai Negara Maritim, Indonesia Berpartisipasi di OOC 2019

Tak hanya itu, Moon me ringankan tugas AS dengan memberikan bantuan ekonomi bagi Korut. Namun dia tak mem beberkan bagaimana usulan AS itu dibuat. Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan, Trump dan Kim telah bertukar surat sehingga meningkatkan harapan dimu lainya kembali pertemuan jilid III. “Kemungkinan yang sangat nyata,” kata Pompeo, terkait potensi pertemuan itu.

Kantor berita Korut KCNA melaporkan bahwa surat Trump berisi konten yang sangat baik dan Kim serius mempertimbang kan isinya. [DAY]