Menteri Malaysia yang Diduga Perkosa TKW Indonesia Ditahan Polisi

Klik untuk perbesar
Ilustrasi pemerkosaan (Grafis: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Seorang executive councillor (Exco) atau Menteri Pemerintah Negeri Perak, Malaysia, ditahan polisi setempat Selasa malam kemarin (9/7). Penahanan dilakukan menyusul laporan terhadap dirinya yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangganya asal Indonesia.

Seperti dilaporkan antaranews.com, Kepala Polisi Perak, Datuk Razarudin Husain, menerangkan bahwa pihaknya menahan pelaku untuk menjalankan penyelidikan lebih lanjut berkaitan kasus tersebut. Untuk penyelidikan yang adil, polisi juga telah meminta keterangan dan hasil pemeriksaan dokter serta menjamin penyelidikan akan selesai.

Berita Terkait : KPK Malaysia Warning Penerima Duit Haram 1MDB Segera Balikin

Sebelumnya, pada Senin malam, seorang wanita berusia sekitar 20 tahun membuat laporan polisi bahwa dia diperkosa majikannya. Dia membuat laporan polisi sehari setelah diperkosa di sebuah rumah di Meru, Jelapang, Perak.

Pada kesempatan terpisah, Exco tersebut membantah. Pria yang juga menjabat anggota Dewan Undangan Negeri (DUN) berusia 48 tahun dari Partai DAP (Democratic Action Party) tersebut menyebut pelaporan tersebut sebagai fitnah.

Berita Terkait : Hendropriyono Minta Dalang Kerusuhan Ditangkap Dan Diisolasi

Ketua Satuan Tugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, turun tangan. Pihaknya sedang berupaya untuk mendapatkan akses konsuler kepada korban.

"Satgas sedang berupaya mendapatkan akses konsuler kepada korban," katanya. (10/7). [USU]