Bantu Kurangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Nggak Omdo, Indonesia Nyumbang 14 M Ke PBB

Klik untuk perbesar
Kepala Perwakilan UNDP Christophe Bahuet (kanan) menerima dokumen yang berisikan sumbangan dari Indonesia. Tampak Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tiga kanan) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (empat kanan) di Kemenko Kemaritiman, kemarin. (Foto : dok Kemenko Maritim).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komitmen Indonesia menangani dampak perubahan iklim bukan omongan doang alias omdo. Indonesia menyumbang 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 14 miliar ke PBB, membantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP), kemarin. Sumbangan diharapkan membantu proyek UNDP dalam melatih negara-negara kepulauan mengatasi masalah sampah serta dampak buruk emisi karbon.

“Ini bentuk dukungan kita kepada negara yang tergabung dalam forum negara Kepulauan dan Pulau mengurangi dampak buruk perubahan iklim,” terang Luhut usai penyerahan bantuan di Kemenko Maritim, kemarin.

Berita Terkait : Soal Dalang Perusuh 22 Mei, Luhut Bilang Tunggu Tanggal Mainnya

Kepala perwakilan UNDP Christophe Bahuet sangat mengapresiasi langkah Indonesia memberikan bantuan untuk negara-negara kepulauan. Apa yang diperbuat Indonesia sangat membanggakan.

“Sangat berterima kasih. UNDP dan Indonesia terus bekerja sama untuk membantu,” jelas Bahuet.


Bahuet mengatakan, Indonesia rentan terhadap perubahan iklim, namun Indonesia bisa menjadi contoh negara yang memiliki adaptasi baik atas isu ini.

Berita Terkait : Luhut: Lupakan Politik, Mending Perangi Sampah

Dia mencontohkan banyak proyek kecil yang dilakukan masyarakat lokal untuk beradaptasi dan mengantisipasi dampaknya.

“Indonesia juga banyak melakukan pekerjaan dalam hal adaptasi perubahan iklim dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. UNDP sangat mendukung Indonesia untuk melakukan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kontribusi Indonesia dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim ini sangat konkret. Menurut Bahuet, Indonesia melakukan studi dan pertukaran pengalaman dengan negara-negara kepulauan lain untuk menghadapi perubahan iklim ini.

Berita Terkait : Luhut Yakin Indonesia Aman Dari Jebakan Utang Belt and Road

Sementara, Luhut mengatakan, Indonesia tidak hanya berkontribusi secara finansial. Indonesia juga turut berkontribusi mengatasi ancaman iklim global dalam bentuk kegiatan pelatihan kepada negara lain.

“Kita berkontribusi untuk mereka dengan berbagi pengalaman bagaimana dengan mangrove. Bisa kita kontribusi pelatihan-pelatihan SDM. Sudah kita lakukan sih, hanya sekarang kita formalkan,” tandas Luhut. [DAY]