Diduga Akibat Jepang-Korsel Memanas, Lansia Korsel Bakar Diri

Klik untuk perbesar
Polisi Korsel berjaga-jaga di depan Kantor Kedubes Jepang mewaspadai aksi demo menyusul ketegangan hubungan antara Jepang dan Korsel pasca pembatasan ekspor bahan baku produk berteknologi tinggi, Jumat (19/7). (Foto: AP News)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel) memakan korban. Seorang lansia berkewarganegaraan Korsel tewas tak lama setelah bakar diri di dalam mobil, yang diparkir tak jauh dari Kantor Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Jumat (19/7).

Pria bermarga Kim itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, jiwanya tak tertolong. Polisi mengungkap, sebelum bakar diri, pria itu menelepon temannya dan mengungkapkan niatnya untuk melakukan aksi nekatnya sebagai bentuk antipati terhadap Jepang.

Keluarga Kim mengungkap, ayah tiri korban pernah menjadi pekerja paksa saat Jepang menjajah Semenanjung Korea pada tahun 1910-1945.

Berita Terkait : Jayapura Memanas, Laga Persipura Kontra Bali United Ditunda

Tak ada catatan bunuh diri dalam kasus ini. Awalnya, polisi mengatakan ada material mudah terbakar yang ditemukan di mobil yang dipinjam Kim dari kenalannya pada Kamis (18/7). Untuk memastikan motif selanjutnya, polisi akan menyelidiki bukti-bukti dari HP Kim dan lingkungan terdekatnya.


Hubungan Korsel dan Jepang mencapai titik terburuk dalam abad ini, setelah Negeri Sakura itu melakukan pembatasan ekspor terhadap bahan baku produk berteknologi tinggi. Jika benar aksi bakar diri ini ada kaitannya dengan kebencian terhadap Jepang, maka ini adalah tragedi pertama sejak pembatasan dagang berlaku.

Meski sama-sama sekutu AS, hubungan Korsel dan Jepang kerap memanas. Sebab, di masa lalu Jepang pernah menjajah Korsel.

Berita Terkait : Dibantu Jepang, Pembangunan Jembatan Kuning Palu Dikebut

Para petinggi Korsel mengatakan, kontrol perdagangan yang dilakukan Jepang adalah bentuk pembalasan atas putusan pengadilan setempat, yang memerintahkan perusahaan Jepang membayar kompensasi kepada mantan pekerja paksa Korea. Namun, hal ini dibantah Jepang. Mereka beralasan, kontrol tersebut diperlukan untuk keamanan nasional.

Selama beberapa dekade, aksi damai anti-Jepang sering dilakukan oleh sebagian warga Jepang, di sekitar Kedutaan Besar Jepang di Seoul.

Tak jarang, aksi damai itu berubah menjadi kekerasan. Ada demonstran yang memotong jari-jari mereka sendiri, atau bentrok dengan polisi.

Berita Terkait : Hindari Kericuhan, Penumpang KA Stasiun Tanah Abang Dilarang Keluar


Tahun 2017, seorang bhiksu Budha Korsel tewas bakar diri usai protes perjanjian 2015 dengan Tokyo, yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kebuntuan atas paksaan wanita Korea menjadi perbudakan seks untuk tentara Jepang, sebelum dan selama Perang Dunia II. [HES]