Duta Besar Maroko Untuk Indonesia Benabdellah Ouadia

Beli Buah Tangan Di Festival Banjar

Klik untuk perbesar
Dubes Benabdellah Ouadia (kiri) melihat-lihat kerajinan tangan di pembukaan Festival Banjar bersama Wamenlu AM Fachir. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah duta besar negara sahabat mengagumi keunikan dan keindahan ragam budaya Kalimantan Selatan. Dalam pembukaan Festival Banjar 2019 di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (19/7), ditampilkan tari Betandik sebagai tarian pembuka.

Tarian khas suku Dayak ini mengundang decak kagum para tamu undangan. “Ini pengalaman pertama saya menyaksikan tarian Betandik. Sungguh menghipnotis,” aku Duta Besar Maroko untuk Indonesia Benabdellah Ouadia saat ditemui usai acara pembukaan.

Tari Betandik tersebut ditampilkan penari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Betandik salah satu inti dari proses panjang adat Aruh Baharin yang biasa dilakukan warga Dayak untuk ritual agar hasil panen berhasil dengan baik.

Berita Terkait : Serahkan Hadiah Lomba Perayaan 70 Tahun Hubungan Jakarta-Moskow

Arti kata Batandik sendiri adalah menari sambil merapalkan mantra mengelilingi salah satu pusat pemujaan sambil membunyikan gelang Hiang, dengan diiringi musik.

“Bagus sekali. Saya ikut merekam tarian tadi untuk ditunjukan keapda teman dan keluarga. Ini loh budaya Indonesia yang beragam,” ujarnya kepada Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir yang ikut membuka acara.


Selain melihat tarian pembuka, Dubes Ouadia juga ikut mencicipi sejumlah makanan khas yang disajikan Pemkab Hulu Sungai Tengah. Ada Apam Barabai.

Berita Terkait : Dubes India Untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, Manjakan Warga Jakarta dengan Wisata Kuliner dan Film

“Enak. Saya jadi ingin mengunjungi langsung Kalimantan Selatan biar puas melihat dan mencicipi makanan khas sana,” selorohnya.

Selain kuliner, para undangan juga melihat promosi wisata Kalsel. Sejumlah brosur wisata dibawa Dubes Ouadia untuk dia pelajari lebih detail.

Terakhir, Dubes yang bertugas lebih dari dua tahun ini juga membawa sebuah tas manik dan anyaman khas untuk oleh-oleh.

Berita Terkait : Buka Layanan Pos Kesehatan Gratis Bagi WNI

Dia juga menunjukkan seuntai gelang manik. Dia berharap ada lebih banyak festival budaya Indonesia yang digelar untuk mempromosikan daerah-daerah di Indonesia.

Festival Banjar 2019 merupakan inisiatif Kementerian Luar Negeri Indonesia yang didukung Pemerintah Kalimantan Selatan.


Festival Budaya Banjar berlangsung hingga Minggu (21/7), sedangkan puncaknya berupa Karnaval Budaya Banjar dengan menaiki jukung dari Museum Nasional menuju area Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia. [DAY]