Resepsi HUT RI Di Tallinn Berlangsung Meriah

Diplomat Serta Politisi Estonia Terkesima Songket dan Tarian Dayak

Klik untuk perbesar
Dubes Wiwiek Setyawati Firman (ketiga kiri) bersama anggota Parlemen Estonia Peeter Ernits (tengah), berpose bersama para penari Dayak dari Kalimantan Selatan yang tampil di Perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Tallinn, Estonia. (Foto Kartika Sari/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Para diplomat dan politisi di Estonia terkesima menyaksikan ragam budaya yang ditampilkan saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74, di Tallinn, Senin malam (12/10) waktu setempat. “Your culture is shocking me,” kata Peeter Ernits, anggota Parlemen Estonia dari Partai Ekre yang hadir dalam acara tersebut sambil menyalami Wiwiek Setyawati Firman, Duta Besar Indonesia untuk Finlandia dan Estonia.

Sejumlah diplomat cerita, sudah sering hadir di acara resepsi diplomatik, tapi baru kali ini merasa terpukau dan kagum melihat atraksi budaya yang ditampilkan. Wartawan Rakyat Merdeka Ratna Susilowati dan Kartika Sari melaporkan, sekitar 100-an tamu undangan datang pada Resepsi Diplomatik yang digelar di Hotel Nordic Forum, di pusat kota Tallinn, ibu kota negara Estonia.

Dubes Wiwiek Setyawati Firman (kiri, depan) bersama designer Zainal Songket dengan para modelnya.

Dubes Wiwiek didampingi Konsul Kehormatan RI untuk Estonia, Heldur Allese menyalami tamu-tamu yang terdiri dari para diplomat, pengusaha, politisi, akademisi, fashion designer dan jurnalis dari media-media terkemuka di Estonia.

Meski cuaca Tallinn beberapa hari terakhir ini kerap diguyur hujan, tapi tidak menyurutkan semangat para undangan untuk hadir. Bahkan banyak diplomat yang rela datang jauh-jauh dari Finlandia untuk hanya hadir di acara itu. 

Baca Juga : I Gede Siman Targetkan Emas dan Pertajam Rekor SEA Games 2019

Estonia adalah negara dengan luas hampir seukuran Provinsi Jawa Timur, tetapi penduduknya hanya sekitar 2 juta orang. Ini termasuk negara yang perkembangan teknologinya maju pesat. Satu negara ter-cover wifi, dan seluruh layanan publiknya menggunakan administrasi online. Hanya urusan pernikahan, perceraian dan pembelian aset yang masih menggunakan administrasi manual.

Untuk mencapai Estonia, dari Pelabuhan Helsinki, Finlandia, bisa menggunakan kapal dan berlayar selama dua jam. Atau menggunakan pesawat terbang selama 30 menit.

Dubes Wiwiek, menjadi tuan rumah yang sangat hangat pada perhelatan ini. Dia mengenal semua tamu dan berbincang berbincang hingga hal-hal yang detail dan personal. Dalam sambutannya, Dubes Wiwiek mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Estonia sangat penting untuk ditingkatkan.

“Selama ini hubungan kedua negara belum dieksplor. Padahal, potensi hubungan di bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan punya prospek yang baik,” ujarnya. Dubes Wiwiek memang memiliki perhatian intens pada Kalimantan. Diplomat karier itu sangat concern pada wildlife conservation dan eco tourism. Jurnalis yang datang, misalnya pernah diajak Dubes Wiwiek mengunjungi hutan-hutan di Kalimantan Selatan.

Baca Juga : Ledakan Monas Ternyata Berasal Dari Granat Asap, 2 Anggota TNI Terluka

Finlandia dan Estonia adalah negara yang menerapkan sustanaibility industry dan sangat peduli pada isu-isu perubahan iklim dan lingkungan. Karena itu, penting mempromosikan Kalimantan, termasuk budayanya. Dari Kalimantan Selatan, KBRI di Helsinki menghadirkan budaya dan kesenian khas Dayak. Tariannya yang atraktif sangat memukau para undangan. Mereka berebut ingin difoto dengan para penarinya yang mengenakan topi-topi khas Dayak bernama Jamang Tinggang yang artinya topi burung Enggang. 

Selain budaya Kalimantan, KBRI di Helsinki juga menghadirkan songket Palembang. Ada fashion show yang menampilkan 20 koleksi pakaian dan gaun yang indah karya designer Zainal Arifin, yang di Indonesia dikenal sebagai Zainal Songket.

Tamu undangan berdecak kagum menyaksikan baju-baju berbahan songket dengan warna keemasan. Busana-busana itu diperagakan bukan oleh model, melainkan sejumlah staf KBRI dan masyarakat Indonesia yang dilatih bak pragawati. Empat busana di antaranya diperagakan oleh bule asli Finlandia. Mereka tampak cocok dan senang sekali memperagakan busana-busana songket karya Zainal.

“Saya sangat senang bisa ikut fashion show ini. Gaun songketnya sangat indah. Seandainya saya bisa bawa pulang gaun ini,” kata salah satu bule cantik yang jadi model dalam peragaan busana itu.

Baca Juga : Kasus Suap Proyek Jalan, KPK Garap 9 Eks Anggota DPRD Muara Enim

Berkah dari acara ini, Zainal Songket bertemu dengan fashion designer dari Estonia, Iis Barbara Boonde. Dia mengajak Zainal untuk berkolaborasi di event Dubai Fashion Week yang akan berlangsung Oktober mendatang.

“Saya yang mendesain, nanti kainnya dari bahan songket. Semoga saja lancar dan akan ada sponsor yang mendukung,” harap Boonde.

Perempuan yang pernah tinggal selama enam bulan di Lombok itu, mengaku sudah pernah diundang ke London Fashion Week dan Paris Fashion Week. Dia sangat suka Indonesia. Suka budayanya, suka orangnya dan suka alamnya.

Acara resepsi diplomatik ini bukan sekadar mengenalkan budaya. Tetapi juga jadi ajang tukar informasi sekaligus mengembangkan jaringan komunikasi untuk mempererat kerja sama antar negara. Selain anggota parlemen Slovania, pejabat penting yang hadir antara lain Dubes China, Dubes Belanda, Wakil Dubes AS dan lainnya.■