Kursus Pembuatan Wayang dan Latihan Gamelan Diminati Warga Paris

Klik untuk perbesar
Para peserta dari pengiat seni budaya dari Asosiasi Pantcha Indra dan sejumlah warga Prancis terlihat antusias membuat wayang. (Foto: KBRI Paris).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 25 peserta pegiat seni budaya dari Asosiasi Pantcha Indra dan sejumlah warga Prancis antusias mengikuti kelas membuat wayang dan memainkan gamelan.

Ini adalah program pelatihan yang diadakan Asosiasi Pantcha Indra dengan menghadirkan Ki Dalang Joko Susilo dari Selandia Baru untuk memberikan pelatihan pembuatan wayang kulit dan juga memberikan pelatihan seni gamelan Jawa di Paris.

Salah satu peserta pelatihan serta penanggung jawab dan artistik gamelan Jawa, Christophe Moure, yang juga mumpuni dalam mendalang berbahasa Prancis, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.

"Kegiatan ini semakin memberikan pemahaman secara utuh tentang wayang bagi kami, mulai dari pembuatan sampai dengan seni pertunjukannya," tuturnya.

Kegiatan ini bisa diikuti siapa saja dan tidak harus yang bisa bermain gamelan, serta ada hasil kenangan yang bisa dibawa pulang oleh peserta pelatihan.

Berita Terkait : Dua SPBU Jadi Kado Indah Ulang Tahun Latif dan Warga Lembata

Tempat pelatihan dilakukan di ruang latihan rutin gamelan jawa Universite de Paris–Nanterre yang dilaksanakan 2 kali sehari mulai 3-17 September.

Berdasarkan rilis KBRI Paris, dijelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan tentang seni gamelan wayang kulit kepada para penggiat seni budaya Indonesia di Paris.

Selain itu kegiatan ini juga dipersiapkan untuk memberikan pelatihan secara intensif gamelan Jawa–Bali untuk kegiatan-kegiatan pentas seni budaya Indonesia di Prancis.

Sebelumnya, untuk pertama kali pentas wayang kulit berbahasa Prancis sukses ditampilkan di Balai Budaya KBRI Paris dengan dalang Christophe Moure pada April lalu.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, penguasaan seni budaya wayang oleh para penggiat seni budaya di Paris akan semakin baik.

Berita Terkait : Kurangi Kemacetan, Kang Emil Ajak Warga Bandung Pakai Angkutan Umum

Metode pembuatan wayang kulit ada beberapa cara, setelah kulit hewan biasanya kulit kerbau atau kulit sapi telah siap, maka pembuatan bisa dilakukan dengan 2 cara, pertama dengan cara ngeblak (wayang sudah jadi ditempelkan ke bahan kulit yang sudah siap).

Cara kedua yaitu menggunakan cetakan kertas dari gambar wayang yang akan dibuat. Selanjutnya dilakukan teknik tatah sungging, yaitu teknik menatah kulit dengan suatu pola-pola yang rumit yang dilakukan secara terus-menerus sehingga menghasilkan sebuah tatahan yang rapi dan indah.

Langkah berikutnya adalah teknik menyungging yang merupakan teknik mewarnai sesuai dengan pola wayang yang dibuat.

"Pembuatan wayang ini memerlukan keuletan dan ketelatenan yang tinggi karena memerlukan pola pahatan dan pewarnaan yang unik untuk tiap jenis wayang yang dibuat," ungkap Ki Joko Susilo.

Setelah semuanya siap masih ada tahap lain yaitu pembuatan tulang untuk wayang-wayang yang sudah jadi.

Berita Terkait : Ini Fokus Timnas Indonesia U-23 di Hari Kedua Pemusatan Latihan

Bahan yang sering digunakan sekarang adalah dari bahan bambu, karena kuat dan ringan serta mudah untuk didapatkan.

" Kalau sebelumnya menggunakan kayu atau tanduk kerbau, namun saat ini susah didapatkan bahan tersebut," pungkasnya. [DAY]

RM Video