Kota Paling Berpolusi Sedunia,

Kuching Masih Teratas, Jakarta Ranking Lima

Klik untuk perbesar
Penampakan kabut asap di Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak, Malaysia (Foto: Twitter @bharianmy)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Akibat kabut asap yang menyelimuti Kuching dalam beberapa waktu terakhir, Kuching yang merupakan ibu kota negara bagian Sarawak, Malaysia masih menduduki peringkat teratas kota paling berpolusi sedunia versi AirVisual.com pada Kamis (19/9) pukul 07.59 WIB.

Indeks kualitas udara Kuching dilaporkan mencapai 272, dengan konsentrasi polutan PM 2,5 sebanyak 222,2 mikrogram per meter kubik. Angka itu masuk kategori zona Ungu (sangat tidak sehat).

Baca Juga : Peluang Kerja Sama Proyek Transportasi Strategis Terbuka Lebar

Menurut US Environmental Protection Agency, kualitas udara sangat tidak sehat ini mempunyai efek peningkatan signifikan atas memburuknya penyakit jantung, paru-paru, kematian dini penderita kardiopulmoner, dan meningkatnya risiko pernapasan populasi umum.

Polutan PM 2,5 yang sangat halus, berbahaya sekali bagi kesehatan. Terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia.

Baca Juga : Top, Kantor Basuki Raih Penghargaan Informatif

Paparan tinggi PM 2,5 dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, kanker dan penyakit paru kronis.

Bahkan, menurut penelitian di Belgia yang dirilis secara online di Nature Communications pada 17 September lalu, polusi udara dapat berpengaruh negatif pada janin. Sebab, paparannya mampu menembus plasenta.

Baca Juga : Informatif, Kemenparekraf Dapat Penghargaan Keterbukaan Informasi

Masker berwarna hijau yang biasa dipakai, tak mempan melawan PM 2,5. Masker yang dinilai lebih efektif adalah jenis N95 yang berwarna putih dan memiliki penyaring di bagian depan (respiratory mask). Namun, harganya lebih mahal.

Di belakang Kuching, menyusul Dubai (Uni Emirat Arab) 164, Dhaka (Bangladesh) 161, Kabul (Afghanistan) 160, Jakarta (Indonesia) 154, Singapura (Singapura) 149, Kuala Lumpur (Malaysia) 148, Lahore (Pakistan) 124, Riyadh (Arab Saudi) 123, dan Wuhan (China) 114. [HES]