Duta Besar Belarus Untuk Indonesia Valery Kolesnik

Menari Bersama Menteri Ignasius Jonan

Klik untuk perbesar
Asyik Menari: Menteri Ignasius Jonan menari bersama di resepsi Hari Nasional Belarus di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (18/9). (Foto Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Demikianlah nuansa perayaan Hari Nasional dan 100 tahun Pelayanan Diplomatik Belarus di Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu malam (18/9). Duta Besar Belarus untuk Indonesia Valery Kolesnik, dengan ramah menyapa satu per satu tamu yang hadir. Setiap tamu diajak ngobrol sejenak sebelum dipersilakan menikmati minuman ringan.

“Ini acara penuh makna bagi kami. Kami senang bisa merayakan hari spesial ini bersama teman dekat,” ujar Dubes Kolesnik sambil tersenyum.

Suasana kekeluargaan makin lengkap dengan sajian menu makan malam rumahan yang disajikan tuan rumah. Mulai dari beef stroganof, roti Belarus sebagai pelengkap sup sorrel dan sup jamur memanjakan lidah para tamu. Berbagai pilihan wine, bir dan sake, melengkapi perayaan Rabu malam.

Baca Juga : Kemen PUPR Gandeng Kejagung

Makin malam, perayaan Hari Nasional dan perayaan 100 tahun pelayanan diplomatik Belarus makin meriah dengan penampilan kelompok musik dan tari Ternitsa. Mereka menyanyikan sejumlah lagu-lagu klasik berbahasa Rusia.

Di akhir penampilan, mereka mengajak para tamu menari. Dubes Kolesnik pun ikut menari bersama para penari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius (ESDM) Jonan yang juga hadir, ikut diajak menari bersama.

“Belarus dan Indonesia menikmati persahabatan yang sangat erat. Indonesia bahkan merupakan negara di Asia Tenggara yang menjadi mitra perdagangan utama Belarus. Kita tumbuh bersama. Saya harap bisa lebih kuat lagi kerja sama di tahun berikutnya,” harap Dubes Kolesnik.

Baca Juga : Aji Santoso Ajak 3 Pemain Timnas U-19 Perkuat Tim Persebaya Junior

“Masih banyak ruang untuk berkembang bagi Belarus dan Indonesia. Dan saya ingin capai peningkatan kerja sama dagang, pendidikan hingga budaya di masa depan,” lanjutnya.

Berdasarkan catatan, nilai perdagangan kedua negara men- capai 257 juta dolar AS (Rp 3,8 triliun) pada 2018, lebih tinggi dari beberapa tahun sebelumnya yang hanya 20 juta dolar AS (Rp 280 miliar). Selama ini, produk ekspor Belarus ke Indonesia di adalah pupuk, potasium, truk, alat pertanian, olahan minyak, dan mesin. Sedangkan produk Indonesia yang diimpor Belarus adalah produk pertanian, seperti karet, kopi, kakao, dan komponen otomotif serta fiber optik.

Selain potensi perkembangan kerja sama, Dubes Kolesnik bersyukur dengan layanan bebas visa yang diterima warganya dari Indonesia. “Dengan begini, pebisnis Belarus bisa dengan mudah ikut dan hadir forum bisnis dan melaksanakan bisnis dengan Indonesia tanpa repot mengurus visa lagi,” tuturnya. [DAY]