Tak Lama Usai Nikahi Miss Rusia

Yang Di-Pertuan Agong Lengser

Klik untuk perbesar
Sultan Muhammad V. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sultan Muhammad V, kemarin, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Raja Malaysia yang ke 15. Beberapa bulan usai nikahi ratu kecantikan atau Miss Rusia, Oksana Voevodina. Pengumuman ini menjawab rumor turun tahtanya yang sudah berembus sepekan terakhir.

“Yang mulia sudah bersiap kembali ke Kelantan Darul Naum dan mengurusi kesejahteraan warga Kelantan,” info staf Istana Negara. Malaysia selalu memilih satu dari sembilan pemimpin wilayah untuk menjadi Raja mereka untuk periode lima tahun. Sultan Muhammad V didapuk menjad Yang Dipertuan Agong ke-15 pada Desember 2016.

Berita Terkait : Sultan Pahang Raja Malaysia


Dilansir NST, meski baru dua tahun, Sultan dari Kelantan itu memilih turun tahta. Pengunduran dirinya muncul setelah dirinya vakum selama dua bulan, sejak 2 November. Dia dikabarkan tengah perawatan medis. Namun dalan masa itu muncul berita permenikahannya dengan ratu kecantikan Rusia Oksana Voevodina di Moskow.

Upacara pernikahan keduanya berlangsung pada 23 November 2018 di Barvikha Concert Hall, Moskow, Rusia. Meski terkesan tertutup, media sosial menyambut baik berita tersebut. Pernikahan kerajaan, yang menggabungkan tradisi Melayu dan Rusia, diadakan di Barvikha Concert Hall di Moskow, Rusia, demikian seperti dikutip dari outlet media gaya hidup Malaysia, Hype.my pada November lalu.

Berita Terkait : Mahathir Kok Nggak Tahu?

Sedikit yang diketahui tentang pernikahan kerajaan itu. Sejumlah media Malaysia minim merilis pemberitaan. Media besar Malaysia, seperti New Strait Times dan Sinar Harian, telah memublikasikan berita tentang pernikahan itu lewat situs daring mereka masing-masing. Namun tampaknya, berita yang dimaksud telah ditarik dari peredaran.


Media gaya hidup Hype.my tetap memublikasikan pemberitaan dan sejumlah foto seputar pernikahan Sultan Muhammad V dan Oksana Voevodina, dengan mengutip sumber dari Islamnews.ru yang dikelola oleh Russian Islamic Media Agency.

Baca Juga : Jokowi-Maruf Unggul di Slowakia, PDIP Raih Suara Terbanyak

Biasanya, sangat jarang ada rumor dan isu yang beredar seputar keluarga kerajaan Malaysia. Meski Malaysia tak punya hukum lèse-majeste, seperti Thailand, aturan warisan zaman kolonial bisa digunakan pada mereka yang dianggap menghina atau mengkritik anggota kerajaan. [DAY]

RM Video