Dongkrak Nilai Perdagangan

Kadin Lakukan Pendekatan Intensif Dengan Pengusaha Prancis

Klik untuk perbesar
Duta Besar Arrmanatha Nasir (kanan) berbincang-bincang dalam forum `Doing Business with in Indonesia` di Hotel Renaissance Trocadero, Paris, Senin (7/10). (Foto: KBRI Paris)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam tiga tahun terakhir, perdagangan Prancis-Indonesia terus meningkat, hingga mencapai 2,8 miliar dolar AS. Investasi Prancis ke Indonesia mencapai sekitar 1 miliar dolar AS di 1.874 proyek. Potensi di berbagai sektor masih terus terbuka, oleh karenanya ini adalah saat tepat bagi pengusaha Prancis untuk datang berbisnis di Indonesia.

Hal inilah yang ditekankan Duta Besar  RI untuk Prancis Arrmanatha Nasir dalam forum bisnis “Doing Business with in Indonesia” yang berlangsung pada Senin (7/10) di Hotel Renaissance Trocadero, Paris.

Dalam keterangan yang diterima RMco.id, sejumlah  pengusaha Indonesia dari Kadin secara khusus hadir untuk melakukan pendekatan intensif ke pasar Prancis. Sektor usaha yang menjadi fokus adalah produk makanan dan minuman, produk pertanian, fashion, serta ekspor-impor.

Berita Terkait : Indonesia Gaet Pengusaha Italia Genjot Perdagangan dan Investasi

Dalam sesi one-on-one, setiap pengusaha memanfaatkan waktu untuk menindaklanjuti peluang bisnis dengan pengusaha Prancis. Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari sekitar 40 pengusaha kedua negara, termasuk sejumlah perusahaan multi-nasional Prancis seperti Michelin dan Air Liquide.

Pengusaha Prancis yang memberikan testimoni mengenai berbisnis dengan Indonesia di antaranya PT Inti Ggravfarm Indonesia dengan Paris Store untuk produk kopi. Adapun potensi transaksi mencapai 1 juta dolar AS untuk periode satu tahun. PT Inti Ggravfarm juga akan segera menjajaki usaha kafe dan warehouse di Prancis.

Selanjutnya, PT Kampung Agrinexo Next Farm juga akan melakukan kerja sama dengan Paris Store untuk distribusi buah eksotik Indonesia. Potensi kerja sama lainnya adalah penjualan specialty coffee dengan Coutume Café, pemasaran produk organik (bio) oleh Indo Exo, serta adanya minat pengusaha Prancis untuk berinvestasi dalam pembuatan furniture di Bali.

Baca Juga : Inggris-Prancis Masih Harus Bersabar

“Prancis merupakan mitra dagang yang penting, karena perdagangan dan investasinya berpotensi cukup besar,” demikian Irwan Habsjah, ketua Kadin Komite Belgia, Belanda, dan Luksemburg, dalam presentasinya.

Sementara itu, perkembangan ekonomi makro, investasi, dan sejumlah reformasi kebijakan domestik Indonesia turut mendukung upaya penciptaan iklim usaha yang lebih sehat. Selain itu, dibentuk pula kantong-kantong pusat pertumbuhan, digitalisasi perizinan investasi, serta penambahan sektor investasi yang terbuka bagi pengusaha asing.

Sementara terkait pariwisata, Indonesia memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong promosi daerah-daerah tujuan wisata. Kunci-kunci inilah yang disampaikan para pembicara dari Kadin, seperti Nora Guitet dan Riza Maspaitella. [MEL]

RM Video