RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kembali berpartisipasi di dalam konferensi yang membahas potensi kerja sama Italia dan negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) di sela-sela Blue Sea Land Expo 2019 (19/10). Wakil Kepala Perwakilan RI di Roma, JS George Lantu, menyampaikan paparan terkait kebijakan kelautan dan perikanan Indonesia.

George menyampaikan tiga pendekatan yang digunakan Indonesia dalam menangani isu ini, yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan melalui aplikasi aturan hukum dan pencegahan praktik-praktik penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing). Indonesia juga perkenalkan strategi Indo-Pasifik yang baru saja disepakati ASEAN tahun ini.

“Sebagai kawasan strategis yang berada di tengah-tengah Samudra Hindia dan Pasifik, ASEAN harus dapat memainkan peran dan menjembatani berbagai kepentingan ekonomi,” keterangan George kepada RMco.id.

Berita Terkait : Zurich Luncurkan Smart Care Bantu Nasabah Kelola Keuangan Dan Kesehatan

“Sebagai negara kepulauan, pemberdayaan sumber daya kelautan merupakan prioritas Pemerintah,” sambungnya.

Melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, diharapkan kolaborasi ASEAN dengan semua negara, termasuk Italia, dan organisasi regional di kawasan dapat bermanfaat bagi seluruh Masyarakat ASEAN.

Selain Indonesia, perwakilan negara anggota IORA turut hadir pula di dalam Konferensi ini, yaitu dari Afrika Selatan selaku Ketua IORA, Uni Emirat Arab (Ketua IORA berikutnya), India, dan Malaysia. Sekretariat IORA, Asosiasi Perusahaan Perikanan Italia (ASSOITTICA) dan think tank Italia di isu kelautan.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Para peserta yang hadir memberikan apresiasi atas presentasi Indonesia tersebut dan memberikan tanggapan khususnya terkait potensi kerja sama pengelolaan sumber daya laut serta dampak strategi Indo-Pasifik bagi interaksi antara kawasan Asia Pasifik dengan Eropa.

Menanggapi hal ini, Indonesia menyampaikan kembali bahwa kolaborasi antara kawasan Mediterania dan Indonesia adalah kunci baik dalam pengelolaan sumber daya laut maupun dalam menghadapi strategi Indo-Pasifik. Selain itu, para pengusaha perikanan Italia tertarik untuk meningkatkan impor hasil laut Indonesia ke Italia.

Blue Sea Land Expo berlangsung dari 17 sampai 19 Oktober 2019. Selain memberikan paparan dalam Konferensi terkait IORA, Indonesia juga telah berbicara di dalam sesi khusus mengenai pembangunan Afrika dan berpartisipasi di dalam pameran potensi kelautan dan pariwisata. [MEL]