RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Denmark, berpartisipasi dalam pameran wisata, Adventure 2019 pada 25 - 27 Januari, di Vilnius, ibu kota Lithuania. Sejak hari pertama pameran, anjungan KBRI Kopenhagen dipenuhi lebih dari 900 pengunjung. 

Bahkan Dubes Indonesia untuk Denmark dan Lithuania Muhammad Ibnu Said ikut melayani pengunjung yang mampir ke booth Indonesia. Ada yang bertanya soal pariwisata hingga makanan.

Pada pameran internasional itu, Indonesia mengenalkan 10 daerah tujuan wisata baru selain Bali. Yaitu: Danau Toba, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Morotai, Labaun Bajo, Mandalika, Bromo, Kepulauan Seribu, dan Tanjung Lesung. Diharapkan dengan keikutsertaan ini, turis dari Lithuania makin banyak yang berkunjung ke nusantara.

Berita Terkait : Dubes Lutfi Ajak Diaspora Indonesia di AS Jadi Duta Bangsa

“Di antara 10 daerah itu, pemerintah memprioritaskan Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, dan Mandalika. Keempat daerah ini menjadi fokus lantaran memerlukan sentuhan lebih banyak agar bisa dikembangkan sejajar Bali,” ujar Dubes Muhammad Ibnu Said.

Acara ini melibatkan dua penyedia layanan jasa perjalanan Be Wish dan Asien Paradisresor. Mereka diikutsertakan memberikan pemaparan tentang objek wisata di Indonesia.

Selain menawarkan paket wisata, di anjungan seluas 35 meter persegi, Indonesia juga mempromosikan berbagai kuliner, seperti rendang, ayam kalio, dendeng balado, nasi uduk, semur daging, wedang secang, bubur kacang hijau, dan kopi Sumatera.

Baca Juga : Mendagri Ajak Masyarakat Urus E-KTP Biar Bisa Ikut Pilkada

Perdana Menteri Lithuania, Saulius Skvernelis meyakini, pameran wisata tersebut akan mampu meningkatkan konektivitas Lithuania melalui pembukaan jalur-jalur penerbangan baru.

Berdasarkan catatan KBRI Kopenhagen, sampai November 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tercatat sebanyak 14,39 juta orang. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah itu meningkat sebesar 11,63 persen.

Sementara, pada November 2018, jumlah wisman yang datang hanya sebesar 1,15 juta, menurun sebesar 11,26 persen dibandingkan Oktober 2018. Wisman yang berasal dari Eropa, selama Januari-November 2018 berjumlah sebesar 1,87 juta orang. Jumlah ini meningkat tipis 1,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017. [DAY]