Simbol Kedatangan Paus Dan Imam Besar Mesir

UEA Bangun Masjid Dan Gereja Baru

Klik untuk perbesar
Paus Frasiskus dan Imam Ahmed al Tayeb bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Foto AFP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai simbol kedatangan perdana pemimpin tertinggi Katolik Paus Frasiskus dan Imam Besar Mesir Ahmed al Tayeb ke Abu Dhabi, akan dibangun gereja dan masjid. Kedua bangunan ini dibangun untuk memperingati toleransi keberagamanaan. Nama gereja yang akan dibangun adalah Gereja Saint Francis dan Masjid Grand Imam Ahmad al Tayeb. Paus Fransiskus dan al Tayeb meletakkan pondasi berdirinya kedua bangunan tersebut. Mengutip Al Jazeera, bangunan itu akan berdiri berdampingan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, kedua pemimpin besar agama itu meneken kesepakatan toleransi antar agama: Human Fraternity Document atau Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama. Isi dokumen tersebut mengajak seluruh umat beragama di dunia untuk menyebar perdamaian dan menghentikan perang. Mereka saling berpelukan dan saling berciuman setelah menandatangani dokumen di Monumen Pendiri Uni Emirat Arab di Abu Dhabi, Senin (4/2). Dokumen juga diteken Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al-Maktoum.


Simak pernyataan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Tayeb tentang pesan penting dokumen itu bagi umat manusia. "Muslim harus melindungi saudaranya umat Kristen. Saya dengan saudaraku dan sahabat Paus Fransiskus bekerja melindungi semua komunitas," kata Imam Besar Al-Tayeb seperti dikutip dari Arab News.

Berita Terkait : Jokowi Sambut Kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi di Bandara Soetta

"Muslim di negara-negara Barat harus mengikuti dan menghormati peraturan negara tempat mereka tinggal," ujarnya.

Imam Besar Al-Tayeb mengatakan, media Barat telah mengeksploitasi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat untuk menunjukkan Islam secara negatif, sebagai agama haus darah, menunjukkan Muslim sebagai biadab dan barbar yang menimbulkan bahaya dan ancaman bagi masyarakat modern. Salah satu tokoh Islam paling berpengaruh di dunia ini juga menyampaikan pujian kepada Uni Emirat Arab yang dianggap berhasil menjadi negara maju dengan berinvestasi pada sumber daya manusia terutama kaum muda.


"Pandangan jauh dan kebijaksanaan mengubah Uni Emirat Arab menjadi negara yang cerah dan menjadi tuan rumah pertemuan seperti ini," ujarnya.

Baca Juga : Inovasi Desa RI Harus Jadi Contoh Negara-negara Dunia

Mengutip Vatican News, Paus Fransiskus mengatakan, bahaya terbesar saat ini adalah pemusnahan penghancuran, perang, rasa benci di antara manusia.

"Jika kita manusia beriman tidak dapat berjabat tangan, saling merangkul satu dengan lainnya, memberi ciuman satu dengan lainnya, dan juga berdoa, maka iman kita akan dikalahkan," kata Paus.


"Agama-agama dunia juga memiliki tugas mengingatkan kita bahwa kerakusan demi meraih keuntungan membuat hati tidak berjiwa, dan hukum pasar saat ini menuntut segalanya serba cepat, pertemuan, dialog, keluarga dianggap tidak menguntungkan. Agama harus menjadi suara bagi yang paling sedikit, saudara-saudara kita, bukan statistik," pungkas Paus. [DAY]

RM Video