Sultan Brunei Panen Perdana Padi Benih Asal Indonesia

Klik untuk perbesar
Dubes Sujatmiko (kiro) dan Sultan Hassanal Bolkiah dalam panen perdana di kawasan Wassan Padi Field, Brunei Darussalam. (Foto KBRI Bandar Seri Begawan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sultan Haji Hassanal Bolkiah secara resmi memulai panen perdana padi benih asal Indonesia di kawasan Wassan Padi Field, Brunei Darussalam, pada Selasa (12/2). Hal ini menjadi momen bersejarah bagi kerja sama pertanian Brunei dan Indonesia karena padi yang dipanen merupakan padi Hibrida varietas Sembada 188 dari PT. Biogene Plantation, Indonesia.

Hasil panen perdana padi tersebut diperkirakan mencapai 5,5 – 6,5 ton gabah kering giling per hektar, dua kali di atas rata-rata hasil panen varietas padi lain di Brunei Darussalam. Sultan berharap agar benih Padi Sembada 188 dapat disebarluaskan kepada para petani di Brunei Darussalam guna meningkatkan ketahanan pangan Brunei Darussalam.

Berita Terkait : Peluang Bisnis Di Ethiopia, Ini Kiat Bagi Investor Indonesia


Benih padi sebanyak 2 ton yang telah diimpor dari Indonesia tersebut sudah habis ditanam di lahan sawah seluas 265 hektar. Saat ini, pihak Brunei sedang dalam proses untuk kembali mengimpor benih padi Sembada 188 sebanyak 2,5 ton untuk musim tanam mendatang. Hadir pada panen perdana tersebut Putra Mahkota dan kerabat Diraja serta para pejabat Kementerian terkait, beberapa Duta Besar asing di Bandar Seri Begawan, termasuk Duta Besar RI Untuk, serta Direktur Utama dan jajaran manajemen PT. Biogene Plantation.

“Alhamdulillah, hasil panen diperkirakan sesuai dengan harapan dan ke depannya kembali akan dilakukan impor benih padi Sembada 188 oleh pihak Brunei. Kesempatan ini seyogyanya juga diikuti dengan masuknya produk-produk penunjang pertanian seperti pupuk, traktor pengolah tanah, traktor penanam dan pemanen padi dan sebagainya,” kata Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Dr Sujatmiko.

Berita Terkait : Indonesia Power Tanam Mangrove Di Kawasan Pantai PLTU Banten

Dubes Sujatmiko merasa bangga menyaksikan panen itu. Begitu juga dengan Direktur Utama PT. Biogene Plantation, Bambang Purwadi Priyono.


“Kepercayaan Pemerintah Brunei Darussalam menjadi pemicu bagi perusahaan untuk melakukan yang terbaik. Perusahaan akan terus melakukan pengawalan dan knowledge sharing kepada para petani Brunei Darussalam bagi keberhasilan penanaman padi Sembada 188 di masa mendatang,” ucapnya.

Berita Terkait : Kehadiran Gojek Positif Bagi Dua Negara

Pada 29 Oktober 2018, Sultan telah melakukan penanaman perdana benih Padi Sembada 188 dalam rangka Hari Keputeraan (Ulang Tahun) Sultan yang ke – 73. Selain kawasan Wassan Padi Field seluas 265 hektar, pihak Kementerian Sumber-sumber Utama dan Pelancongan Brunei Darussalam akan mengembangkan lahan seluas 500 hektar di kawasan Kandol, Kuala Belait.

Pengembangan kawasan pertanian baru dan benih padi dengan produktivitas yang lebih tinggi dari benih padi lokal yang banyak ditanam saat ini. Sembada 188, diharapkan dapat mendongkrak hasil tanam padi nasional Brunei dari 2.349 ton padi pada tahun 2017 menjadi 3.000 ton pada tahun 2018 dan 4.000 ton pada tahun 2020. Pada 2017, Brunei mengimpor 30.631 metrik ton beras, dimana kontribusi beras nasional Brunei baru mencapai 4,75 persen . [MEL]

RM Video