Mengintip Perlakuan Terhadap OKT Di Depot Imigrasi Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia

Tahanan Makan 4 Kali Sehari, Ada Playground Untuk Anak-anak

Klik untuk perbesar
Staf Humas Depot Imigrasi Bukit Jalil (DIBJ) Mohd Faiz bin Azhar (kiri) bersama Wakil Kepala DIBJ MD Noor (kedua kiri) memberikan penjelasan tentang berbagai upaya pemenuhan hak-hak Orang Kena Tahanan (OKT) alias tahanan di DIBJ. Penjelasan ini disampaikan dalam pertemuan dengan 22 wartawan Indonesia, yang tergabung dalam rombongan Iswami (Ikatan Setiakawan Malaysia-Indonesia) di DIBJ Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (14/2). (Foto: Firsty Hestyarini/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fakta WNI masih menjadi ranking satu dalam urusan pelanggaran keimigrasian di Malaysia, tentunya cukup memprihatinkan. Dari 1.464 Orang Kena Tahanan (OKT) alias tahanan di Depot Imigrasi Bukit Jalil (DIBJ) Kuala Lumpur Malaysia, 800 di antaranya adalah WNI. Disusul kemudian oleh Bangladesh, Arab Saudi, dan Myanmar. Mayoritas WNI yang menghuni rumah detensi itu tersandung masalah paspor, visa kerja, ataupun overstay alias telah melewati batas izin tinggal.

Bagaimana kehidupan mereka di DIBJ? Apakah mereka mendapat perlakuan yang baik dan manusiawi di rumah detensi seluas 9.192 hektar itu? Berikut penuturan Staf Humas DIBJ Mohd Faiz bin Azhar kepada 22 wartawan Indonesia yang tergabung dalam rombongan Iswami (Ikatan Setiakawan Malaysia-Indonesia), di DIBJ Kuala Lumpur Malaysia, Rabu (13/4).

Seperti apa kehidupan tahanan di DIBJ? Apakah mereka mendapatkan makanan yang cukup? Kira-kira menunya seperti apa?
Semua tahanan alias Orang Kena Tahanan (OKT) DIBJ, mendapatkan perlakuan baik. Dalam sehari, mereka makan 4 kali. Untuk sarapan, menunya 2 keping roti plus mentega dan air mineral. Untuk menu makan besar, mereka menyantap nasi dengan lauk ikan yang berlainan setiap harinya, plus sayuran hijau dan buah-buahan. 

Baca Juga : Gubernur Papua: Hentikan Semua Kegiatan yang Ganggu Stabilitas

Apakah ada menu spesial selain menu reguler itu?
Seminggu sekali setiap Jumat, kami memberikan daging ayam atau sapi, untuk menggantikan ikan yang menjadi lauk rutin.

Aktivitas rutin apa saja yang biasanya dijalani para tahanan?
Kami selalu mengupayakan para tahanan untuk menjalani aktivitas fisik setiap pagi, agar mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup. Senam pagi dan jalan sehat, juga bagus untuk melancarkan peredaran darah. 


Selain kegiatan fisik, apakah ada hal lain lagi yang diupayakan oleh pihak DIBJ untuk menjaga kesehatan tahanan?
Kami selalu menyediakan obat-obatan di setiap blok sebagai pertolongan pertama. Kami juga mempunyai catatan medis untuk setiap OKT, agar memudahkan pengobatan apabila yang bersangkutan sakit. Untuk kasus cacar air (chicken pox), biasanya kami memberikan air kelapa hijau supaya demamnya turun. 

Baca Juga : Pegadaian Genjot Sinergitas Dan Digitalisasi

Dalam hal obat-obatan dan peralatan sanitasi, kami juga menerima bantuan dari Palang Merah Internasional (ICRC). 

Sedangkan untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit TBC, para OKT mendapatkan imunisasi BCG. Kami pun rutin mengepel lantai ruang tahanan pun rutin dipel dengan disinfektan dan air panas, untuk mencegah penyakit kudis (scabies). 

Bagaimana dengan tahanan anak-anak? Apakah mereka dijadikan satu dengan orangtuanya?
Khusus anak-anak yang terpaksa menghuni DIBJ karena ikut orangtuanya, kami tidak menempatkan mereka di ruang tahanan. Mereka dikumpulkan menjadi satu di sebuah ruang terbuka, yang kami hiasi dengan gambar-gambar khas anak-anak. Ada playground dan juga kolam renang tiup, agar mereka bisa bermain dengan teman-temannya. Dengan keterbatasan yang ada, kami selalu berupaya  agar kebahagiaan masa kanak-kanan mereka tidak hilang.

Baca Juga : Rommy Pertanyakan Hilangnya Nama Khofifah dan Kiai Asep Dalam Dakwaannya

Apakah pernah ada kasus kelahiran bayi?
Pernah ada bayi yang lahir kuning di DIBJ. Itu kami rawat maksimal, sampai betul-betul sehat. Kami juga pernah membantu kelahiran bayi tahanan. Kami juga yang mengadzankan. Bayi itu kami beri nama Jalil, sesuai nama tempat ini. Tentunya, atas persetujuan sang ibu. 

Kalau untuk pernikahan, bagaimana? Apakah pernah ada tahanan yang menikah di DIBJ. Seperti apa prosesnya?
Pernah. Kami pernah menikahkan WNI yang menjadi OKT, dengan WN Malaysia. Kami menggelar acara seperti pernikahan pada umumnya, mengambil gambar, dan memberikannya kepada pengantin. Seminggu sekali, mereka boleh bertemu.


Seperti apa saja akses yang diberikan DIBJ untuk memudahkan tahanan bertemu dengan keluarganya?
Setiap pekan, kami memperbolehkan OKT bertemu dengan sesama tahanan anggota keluarga, ataupun keluarganya yang bukan tahanan. Selain itu, selepas pukul 10 malam, kami juga mengizinkan mereka menghubungi pihak keluarga ataupun KBRI melalui layanan wartel DIBJ. [HES]