Demam Thanathorn Ancaman Bagi Junta Militer Thailand

Selfie: Thanathorn Juangroongruangkit (kanan) berfoto dengan seorang pendukung saat kampanye di Bangkok. (Foto Reuters)
Klik untuk perbesar
Selfie: Thanathorn Juangroongruangkit (kanan) berfoto dengan seorang pendukung saat kampanye di Bangkok. (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nama Thanathorn Juangroon- gruangkit mungkin belum lama terdengar di kancah perpolitikan Thailand. Namun, politisi berusia 40 tahun terkenal di kalangan pemilih milenial.

Thanathorn dari Partai Fast Forward. Kehadirannya memberi warna di politik Thailand yang selama ini hanya bergerak seputar junta dan pendukung klan Shinawatra.

“Kita tidak bisa mengabaikan kekuatan pemilih muda. Fenomena ‘demam Thanathorn’ bisa memberikan wajah baru dalam perpolitikan Thailand,” ujar analis polituk Thammasat University, Pipad Krajejun.

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

Dia menilai fenomena deman Thanathorn membuktikan generasi muda Thailand ingin menentukan nasib mereka dan negara.

“Thanathorn dianggap sebagai wajah baru dalam berekspresi. Demokrasi baru,” lanjut Pipad.

Selain aura maskulinnya, Pipad menilai Thanathorn populer karena dia dianggap sebagai sosok “miliunernya orang miskin.”

Baca Juga : Dalam 3 Tahun, Ivan Mampu Buka 4 Kedai Nasi Kapau Pak Ciman

“Dia menyebut dirinya datang dari kalangan 1 persen namun mewakili 99 persen penduduk Thailand. Ujaran ini disukai pemilih,” ujar Pipad.

Gaya mendekatkan diri dengan kalangan bawah Thailand mirip dengan gaya yang dipakai klan Shinawatra. Ditanya apakah Partai Fast Forward akan join dengan partai pendukung klan Shinawatra, seperti Pheu Thai dan Phrawat Party, juru bicara Partai Fast Forward Pannika Wanich mengatakan partainya hanya memiliki satu tujuan utama.

“Mengakhiri pengaruh junta di pemerintahan,” ujar Pannika.

Baca Juga : Setelah Jamaah Umroh Distop Saudi, Jamaah Haji Ketar-ketir

Dia menambahkan berkoalisi dengan partai lain sangat mungkin “asal memiliki tujuan sama.”

Dilansir SCMP, Thanathorn, pebisnis yang banting stir menjadi politisi ini nampaknya menjadi ancaman bagi pemerintah junta. Pasalnya, jika dukungan pemilih milenial Thailand diberikan seluruhnya kepadanya, khususnya pada Partai Fast Forward, maka partai muda ini bisa menyabet 100 kursi dari 500 kursi di parlemen.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan, ada tujuh juta pemilih awal yang terdaftar dalam pemilu 24 Maret nanti. Angka ini berjumlah sekitar 7 persen dari total 50 juta pendaftar terpilih Thailand. [DAY]