Indonesia Selalu Bersama Palestina

Klik untuk perbesar
Menlu Retno bersama pengungsi Palestina di Yordania. (Foto KBRI Amman)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam kunjungan 10 jam di Amman, Yordania (5/3), kegiatan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sangat padat. Mulai dari pembukaan pelatihan “Business Plan for Women in Refugee Camp” hingga penandatanganan perjanjian kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina sebesar 1 juta dolar Amerika (sekitar Rp 14 miliar).

Dalam keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania, yang merangkap Palestina, meskipun singkat, kunjungan Retno merupakan bentuk penegasan: Indonesia selalu akan bersama Palestina. Sejak menjabat sebagai Menlu, kunjungan ke Yordania kali ini adalah untuk keempat kalinya.

“Yordania adalah salah satu negara yang paling banyak saya kunjungi. Ini memperlihatkan intensitas penguatan kerja sama kedua negara menjelang 70 tahun hubungan diplomatik RI-Yordania tahun depan,” kata Retno.

Berita Terkait : Minat Baca dan Menulis Dukung Hadirnya Media yang Hebat

Dalam pembukaan pelatihan tentang “Business Plan for Women in Refugee Camp”, Retno mengatakan, Indonesia mendorong upaya pemberdayaan perempuan dalam perdamaian. Pelatihan 5-8 Maret itu untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. Kegiatan diikuti sejumlah wakil organisasi pemerintah dan aktivis perempuan yang sehari-hari bergelut dengan penanganan kaum perempuan Palestina di kamp pengungsi.


Pada kesempatan yang sama, Retno menyaksikan penandatanganan “Letter of Intent (LOI)” antara Sekjen Kemlu Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Mayerfas dan Asisten Menlu Palestina Urusan Asia, Afrika dan Australia Mazen Shamiyah mengenai bantuan dana masyarakat untuk Gaza. Bantuan kemanusian ditujukan untuk membangun proyek salinasi air serta pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan.

Penegasan dukungan terhadap Palestina, disampaikan pula pada pertemuan bilateral Menlu RI dan Menlu Yordania, Ayman Safadi. Kedua Menlu sepakat Palestina tengah menghadapi masalah yang serius, baik secara politik, finansial dan keuangan. Karena itu, kedua Menlu bertukar pikiran tentang berbagai langkah yang dapat mendorong kembali perundingan proses perdamaian Palestina-Israel atas dasar solusi dua negara serta keinginan untuk menggalang dukungan bagi kemerdekaan Palestina di berbagai forum, seperti OKI dan PBB.

Berita Terkait : Indonesia Vs Thailand, Tidak Ada Istilah Kalah

Di samping itu, kedua Menlu menggarisbawahi hubungan bilateral yang terus mengalami peningkatan, baik di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Potensi kerja sama kedua negara masih terbuka untuk digali ke arah hubungan yang semakin kuat dan luas.

Sikap tegas dukungan RI kepada Palestina, khususnya melalui diplomasi kemanusiaan, juga disampaikan Retno dalam pertemuan dengan Komisioner Jenderal United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Pierre Krähenbühl. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan kepada pengungsi Palestina dan untuk mengurangi beban krisis finansial tahun 2019, Retno dan Krähenbühl meneken perjanjian hibah 1 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 14 miliar dari Indonesia.

Kontribusi kemanusiaan Indonesia tersebut akan diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi yang merupakan eks-penduduk Palestina di Gaza yang melarikan diri pascaperang Arab-Israel 1967.

Berita Terkait : Alun-Alun Indonesia GI Jadi Tempat Kopi Darat Para Perajut


Kegiatan Retno ditutup dengan mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Wehdat, Amman Selatan, bersama Krähenbühl. Dalam kunjungan ini, Retno didampingi Dubes RI Andy Rachmianto dan Sekjen Kemlu Mayerfas, bertatap muka dengan sejumlah pelajar Palestina anggota parlemen sekolah. Di hadapan mereka, Menlu perempuan pertama di Indonesia ini menyampaikan pesan kuat: “Jangan pernah menyerah! Tetap semangat dalam menghadapi masa depan hingga Palestina merdeka”. Menlu menegaskan, Indonesia akan selalu bersama Palestina. [MEL]

RM Video