Politik Venezuela

Ingin Secepatnya Berkuasa, Guaido Pakai Pemadaman Listrik Massal

Klik untuk perbesar
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido melambaikan massa di tengah unjuk rasa di kota Caracas. (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, ingin secepatnya merebut posisi Nicolas Maduro di istana kepresidenan secepat mungkin. Massa yang marah terhadap pemadaman listrik massal dimanfaatkan Guaido menggalang suara. Apalagi, gelombang protes terhadap kepemimpinan Maduro terus meluas.

"Kami membutuhkan sebuah kantor untuk bekerja secepat mungkin. Ketika angkatan bersenjata sepenuhnya berada di pihak kami, itu menjadi jalan menuju kantor kepresidenan Miraflores," seru Guaido kepada para pendukungnya yang disambut teriakan, "Ya, tentu kamu bisa!". Sejumlah demonstran membunyikan klakson mobil, penanda aksi protes di lapangan wilayah timur Caracas. Banyak demonstran membawa spanduk besar yang menuntut kemunduran Maduro.

Berita Terkait : Juan Guaido Terancam Ditahan


"Situasinya sangat sulit. Kami berharap pemerintah segera berubah. Kami sudah muak dengan kekacauan ini!," tukas Miguel Gonzales, salah seorang demonstran.

"Dengan keberanian dan kekuatan, saya meminta Anda untuk mempercayai diri sendiri bahwa Venezuela akan bangkit dari kegelapan. Akhir perebutan kekuasaan sudah semakin dekat," lanjut Guaido berapi-api.

Baca Juga : Jokowi-Maruf Menang Banyak di Tokyo

Jaksa Penuntut Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan pihaknya tengah menyelidiki Guaido terkait dengan dugaan keterlibatan sabotase jaringan listrik di negara tersebut. Ini merupakan langkah pertama pemerintah terhadap Guaido yang meraih dukungan dari AS sejak kembali ke Venezuela pekan lalu.


Guaido tampaknya memanfaatkan kemarahan publik terhadap pemadaman listrik massal, yang menambah kesengsaraan warga Venezuela setelah menderita krisis ekonomi dan kekurangan suplai kebutuhan pokok selama bertahun-tahun.

Baca Juga : Jokowi-Maruf Kalahkan Prabowo-Sandi di Washington DC

Pemimpin muda itu menuding kemenangan Maduro dalam pemilihan umum (pemilu) Mei diwarnai dengan kecurangan. Melalui utusan khusus Elliott Abrams, AS menyatakan segera menjatuhkan sanksi tambahan yang sangat signifikan terhadap lembaga yang berbisnis dengan kepemimpinan Maduro. AS sudah menargetkan daftar sejumlah individu dan perusahaan yang memiliki relasi dengan pemerintahan Maduro.

Atas desakan Guaido, Majelis Nasional yang didominasi oposisi mendeklarasikan keadaan darurat pada Senin waktu setempat. Langkah itu membuka jalan bagi pengiriman bantuan internasional, yang tertahan selama sebulan di wilayah perbatasan Venezuela dengan Kolombia dan Brasil. Pemadaman listrik menyebabkan jutaan warga Venezuela hidup tanpa air mengalir. [MEL]

RM Video