6 WNI Berada Masjid Lokasi Penembakan Selandia Baru

Klik untuk perbesar
Aparat mengamankan korban penembakan di masjid, di Christchurch, Selandia Baru. (AP/Mark Bake)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Enam warga negara Indonesia dikabarkan berada di Masjid Al Noor saat penembakan di  kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) siang. 

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia Untuk Selandia Baru Tantowi Yahya setelah mendapat info dari mahasiswa Indonesia yang sedang beribadah di sana.

"Sejauh ini kami dapat laporan ada enam WNI yang berada di masjid tersebut saat penembakan terjadi," ucap Tantowi, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

Berita Terkait : Ramadan Tenang Damai Di Christchurch


 

Menurut Tantowi, mahasiswa itu melapor kepadanya sedang bersama dua rekannya yang juga WNI berhasil kabur dan bersembunyi di sebuah rumah warga di dekat lokasi kejadian. "Mahasiswa itu juga mengabarkan  melihat ada tiga WNI lain yang masih salat di masjid, tapi tidak tahu keadaannya sekarang," kata Tantowi.

KBRI masih berupaya menghubungi tiga WNI yang diduga terjebak di dalam masjid. Meski begitu, Tantowi memastikan sejauh ini KBRI belum mendapat laporan ada WNI yang menjadi korban dalam penembakan tersebut. Tantowi menyatakan KBRI terus berupaya memantau perkembangan terkini terkait situasi dan kondisi di lokasi kejadian.

Berita Terkait : PM Ardern Tidak Mau Lama-lama Tinggalkan Selandia Baru

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 331 WNI tinggal di Christchurch, 134 orang di antaranya merupakan mahasiswa.


Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia mengecam keras penembakan tersebut. Melalui pernyataan, Retno juga mengungkapkan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga korban.

Penembakan terjadi di Masjid Al Noor, Dean's Road, dan satu masjid di Linwood Avenue. 

Berita Terkait : Bacaan Al Quran Awali Sidang Parlemen Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan, penembakan massal menewaskan 40 orang. Dan melukai dua lainnya.[MEL]

 

RM Video