WNA Banyak Jadi Korban Tragedi Penembakan Christchurch

Klik untuk perbesar
Sedikitnya 49 orang menjadi korban tewas tragedi penembakan di 2 Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). (Foto: AP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah WNA turut menjadi korban penembakan yang terjadi saat shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Laporan awal pemerintah setempat menyebutkan, korban WNA dalam tragedi tersebut berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan.

Sekadar latar, penembakan yang dilakukan Brenton Harrison Tarrant - warga kulit putih yang merupakan nasionalis pembenci kaum imigran - saat shalat Jumat menewaskan 49 orang dan 48 orang luka-luka. 

Konsul Kehormatan Bangladesh di Auckland, Shafiqur Rahman Bhuiyan, mengatakan kepada The Associated Press, 3 warganya tewas dalam tragedi tersebut. 4 atau 5 orang diperkirakan menjadi korban luka-luka, termasuk 2 orang yang berada dalam kondisi kritis. "Satu kakinya terpaksa diamputasi. Bagian dadanya juga terluka," ujar Rahman Bhuiyan, seperti dikutip AP News, Sabtu (16/3).

Berita Terkait : KBRI Den Haag: Tak Ada WNI Yang Jadi Korban Penembakan Uthrect

Kementerian Luar Negeri Yordania melaporkan 2 warganya tewas dalam kejadian tersebut, melalui Kantor Berita Petra. Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sufian Qudah mengatakan, ada 1 orang warga Yordania yang tewas dan 8 orang luka-luka. 

Kepala Bagian Bedah RS Christchurch Greg Robertson mengatakan, 7 dari 48 korban luka-luka sudah diperkenankan pulang. Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun yang berada dalam kondisi kritis, dipindahkan perawatannya ke RS Auckland. 11 pasien kritis  tetap dirawat intensif di Christchurch. Sedangkan 2 anak laki-laki, yang masing-masing berusia 2 dan 13 tahun, kini kondisinya stabil. 

"Pasien yang dirawat di sini mengalami cedera di berbagai bagian tubuh. Dari yang ringan sampai yang berat. Mulai dari dada, perut, panggul, punggung, dan kepala," jelas Robertson. 

Berita Terkait : Coba Hancurkan Keharmonisan Selandia, Pelaku Takkan Menang

Mohammed Elyan, WN Yordania berusia 60-an yang turut membangun masjid tersebut pada 1963 juga ikut terluka, bersama anak laki-lakinya yang berusia 30-an. Mohammed adalah dosen teknik di sebuah universitas di Selandia Baru, yang juga merangkap konsultan. Menurut keterangan saudara laki-lakinya, Muath Elyan, Mohammed terakhir mengunjungi Yordania 2 tahun lalu. 

"Saya yakin, kejadian ini tidak akan mengubah pandangan Mohammed tentang masyarakat Selandia Baru. Dia tak pernah mengeluh apa pun tentang kehidupannya di Selandia Baru. Dia selalu bilang, orang-orang Selandia Baru sangat ramah dan bersahabat," ungkap Muath. 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan, 4 warganya menjadi korban luka-luka. Melalui akun Twitter-nya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mohammad Faisal mengatakan, 5 warga Pakistan tak jelas keberadaannya sejak serangan penembakan Jumat (15/3). 
 Selanjutnya 

RM Video