Dugaan Konspirasi Pemilu AS 2016

Tak Ada Bukti Kongkalikong Trump Dan Rusia

Klik untuk perbesar
Robert Mueller

RMco.id  Rakyat Merdeka - Robert Mueller, penasihat khusus dan penyidik dugaan kolusi pemilu Amerika Serikat 2016, mengungkapkan tak menemukan adanya bukti dugaan kolusi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan pemerintah Rusia.

Mueller hampir dua tahun melakukan investigasi atas tuduhan adanya kongkalingkong antara tim kampanye Trump dan pemerintah Rusia. Pada akhir penyelidikan, dia menyimpulkan dalam laporan sebanyak empat halaman bahwa tak ditemukan bukti adanya konspirasi tersebut.

Baca Juga : Dukung Program MPR, Mendagri Minta Ormas Perkuat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara


Jaksa Agung William Barr dalam keterangannya Minggu, 24 Maret 2019, menekankan, Mueller telah melakukan penyelidikan dan tidak menemukan cukup bukti untuk menerbitkan surat perintah menuntut Trump.

Mueller menyerahkan sepenuhnya hasil temuannya kepada Barr untuk membuat langkah selanjutnya. Menurut Barr, dia akan merilis lagi dari laporan Mueller, namun beberapa topik tidak dapat dilansir. "Karena adanya pembatasan ini, jadwal pemrosesan laporan tergantung dari seberapa cepat Departemen dapat mengidentifikasi materi yang secara hukum tidak bisa dipublikasikan," tulis Barr.

Baca Juga : Kalau Benar Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Humbahas Terancam 5 Tahun Bui

"Saya telah meminta pendampingan dari Penyelidik Khusus dalam mengidentifikasi semua informasi yang dimuat dalam laporan secepat mungkin."
 Selanjutnya 

RM Video