Pemilu Thailand

Kubu Militer Unggul, Rakyat Kecewa Berat

Klik untuk perbesar
Sekjen Komisi Pemilu Thailand Jarungwit Pumma (pegang mik) menyampaikan kabar terbaru soal hasil pemilu. (Foto : Bangkok Post).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Suara sumbang di tengah masyarakat terdengar menyusul unggulnya partai pro-militer, Partai Palang Pracharat, dalam pemilu Thailand, Minggu (24/3).

Warga menyampaikan keresahan mereka soal hasil pemilu lewat media sosial. Banyak yang mengkritik jalannya pemilu Minggu. Mereka menduga ada penggelembungan suara untuk memenangkan partai pro-militer.

Ada tagar #PrayforThailand di Twitter saat hasil pemilu mulai disiarkan. Beberapa orang berkicau bahwa mereka akan meninggalkan negara itu jika Prayuth kembali berkuasa untuk tetap menjadi perdana menteri. Sejumlah tagar lain dalam bahasa Thailand juga berseliweran di sosmed seperti Facebook dan Twitter.

Berita Terkait : Pilpres Usai, OSO Ajak Rakyat Kembali Bersatu


Tagar “Komisi Pemilu gagal” dan “Pemilu Curang” berhasil menjadi trending topic pertama dan ketiga di Twitter Thailand sejak Minggu malam (24/3).

Kicauan-kicauan ini juga menyampaikan jumlah pemilih yang tidak konsisten dengan jumlah surat suara yang dihitung. Beberapa surat suara yang dihitung justru lebih banyak dari jumlah pemilih yang memberikan hak suara.

Ada juga yang menyebut jumlah keikutsertaan pemilih tidak lebih banyak dari 70 persen. Bukan 85 persen seperti yang diklaim pihak komisi pemilu Thailand. Ada kecurigaan soal surat suara tambahan di sejumlah kotak suara.

Berita Terkait : Pemilihan Wagub DKI Diatur UU Kemendagri

“Hasil penghitungan suara justru lebih banyak dari pemilih yang memberikan hak suara,” ujar juru bicara Partai Pheu Thai Ladawan Wongsringwong. “Ada juga laporan mengenai tindakan bullying kepada pemilih,” lanjutnya sembari menambahkan pihaknya sudah menyampaikan keanehan ini pada Komisi Pemilihan Umum.


Partai Future Forward juga mempertanyakan hasil sementara hitung suara. “Jelas sekali ada keanehan dengan jumlah penghitungan surat suara. Keanehan ini akan bikin warga makin skeptis dengan hasil pemilu,” ujar juru bicara Future Forward Pannika Wanich.

Sementara itu, juru bicara Palang Pracharat enggan mengomentari kabar kecurangan dalam pemilu kali ini. Hal serupa juga dilakukan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Jarungwit Pumma.

Berita Terkait : Mantan PM Thailand Prem Tinsulanonda Meninggal Dunia di Usia 98

Dengan jumlah total 94 persen kertas yang sudah dihitung, KPU menyampaikan Palang Pracharat unggul dengan 7,68 juta suara.

Pheu Thai berada di posisi kedua dengan 7,23 juta suara. Sedangkan Future Forward lima jutaan dan di posisi keempat ada Partai Demokrat dengan tiga jutaan. Mundur Mantan Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat setelah partainya berada di peringkat keempat dalam pemilu kemarin.


Partai politik tertua Thailand itu hanya meraup tiga jutaan suara. “Saya harus bertanggung jawab untuk ini. Saya mengundurkan diri dari kepemimpinan Partai Demokrat,” kata Abhisit, perdana menteri yang menjabat dari 2008 hingga 2011. [Reuters/DAY

RM Video