Banjir Bandang Sapu Iran, 19 Tewas

Klik untuk perbesar
Mobil bertumpuk di jalanan setelah banjir bandang menyapu kota Shiraz, Iran. (Foto Mehr News Agency)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir bandang melanda wilayah Iran Selatan. Bencana alam itu menewaskan 19 orang dan 100 lebih lainnya luka di kota Shiraz, provinsi Fars.

Banjir bandang melanda pada Senin (25/3). Dikutip dari BBC, Selasa (26/3) pergerakan air menyeret sejumlah benda-benda rumah tangga milik warga hingga mobil. Banyak pula warga Iran yang berpegangan pada pohon dan tiang-tiang demi menyelamatkan diri dari arus banjir yang menyeret mereka.

Berita Terkait : Dari Sabang Sampai Merauke Tolak Serangan Fajar


Dilansir CNN, banjir telah mempengaruhi kehidupan lebih dari 56.000 orang yang tinggal di 270 desa dan kota-kota kecil di Provinsi Utara Mazandaran dan Golestan di sepanjang Laut Kaspia.

Menurut Gubernur Fars, Enayatollah Rahimi banjir di kawasan itu telah berada di bawah kendali. Tim penyelamat pun telah diterjunkan untuk upaya penyelamatan.

Berita Terkait : Banjir Iran Tambah Parah, 70 Tewas

"Saya telah memberikan imbauan agar masyarakat selalu berada di dalam lokasi pengungsian supaya terhindar dari bahaya," jelas Rahimi.


Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah tingginya curah hujan di kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir. Peringatan banjir telah disebarluaskan ke seluruh provinsi. Bahkan ibukota Iran, Teheran juga telah bersiap apabila hujan dan ancaman banjir melanda. 

Berita Terkait : Perang Propaganda Semakin Panas

Namun Sistem Peradilan Nasional Iran (Iran Judiciary) menuding upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana sangat lambat. Ditambah lagi datangnya bencana bersamaan dengan peringatan Tahun Baru Persia. Banyak kantor pemerintahan yang tutup.

"Setiap ada bencana, pemerintah selalu lamban dan gagal dalam memastikan keselamatan warganya," ujar Ebrahim Raisi, kepala Iran Judiciary.[MEL]

RM Video